Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Harlah PPP

Mardiono Perkenalkan 4 Tokoh Baru PPP di Harlah ke-50, Siapa Mereka?

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono memperkenalkan empat tokoh baru di acara hari lahir (harlah) partai ke-50..

Tayang:
Penulis: Wahyudin Tamrin | Editor: Sukmawati Ibrahim
Tangkapan Layar
Tangkapan layar Ketua Umum PPP Mardiono saat berpidato melalui akun YouTube Petiga TV pada Harla ke-50.  Ia memperkenalkan empat tokoh baru di acara hari lahir (harlah) partai ke-50..   

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono memperkenalkan empat tokoh baru di acara hari lahir (harlah) partai ke-50.

Empat tokoh itu diperkenalkan melalui pertemuan secara daring dengan seluruh kader PPP di seluruh Indonesia, Kamis (5/1/2023).

Pertama adalah Mayor Jenderal TNI Purnawirawan Neno Hamriono. Ia merupakan mantan Deputi II Badan Intelijen Negara (BIN).

Kemudian mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta Dahliah Umar.

Selanjutnya Ketua Umum Serikat Nelayan NU Wicaksono.

Terakhir adalah mantan Ketua Himpunan Alumni IPB Fathan Kamil.

Selain mereka berempat, ada juga tokoh lama yang bergabung kembali yakni M Romahurmuziy.

Baca juga: Rayakan Harlah PPP ke-50, Imam Fauzan: Sederhana, Kita Khatam Quran

"Insya Allah mereka akan berjuang bersama PPP di Pemilu 2024," kata Mardiono dikutip dari akun YouTube Petiga TV.

Selain memperkenalkan tokoh baru, Mardiono juga menjelaskan sejarah terbentuknya PPP dan sejumlah karya telah ditorehkan selama ini.

Ia menyebutkan, PPP sebagai partai yang matang. Telah mengikuti sejarah panjang perpolitikan Indonesia.

Menurutnya, PPP bisa bertahan sampai saat ini karena kadernya memegang enam prinsip perjuangan PPP.

Prinsip tersebut yakni ibadah, amar maruf nahi mungkar, kebenaran dan keadilan, musyawarah, kebersamaan dan persatuan, terakhir istiqamah.

"Prinsip ini modal utama PPP dan Insya Allah diridhoi," katanya.

Pada momentum harla setengah abad itu, Mardiono mengajak seluruh kadernya untuk bergandengan tangan, saling merangkul, mengatur shaf dan merapatkan barisan.

Ia mengajak kader menggelorakan semangat pengabdian yang tulus untuk mengembalikan kejayaan PPP di masa mendatang.

"Hanya satu tujuan, yakni menjemput kemenangan," katanya. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved