Jalan Rusak

Jalan Nasional di Enrekang Rusak Berat, Komisi E DPRD Sulsel Sebut Pemerintah Pusat Tebang Pilih

Legislator Sulsel asal Kabupaten Enrekang ini mengaku kecewa terhadap pemerintah pusat yang terkesan tebang pilih.

Penulis: Erlan Saputra | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/ERLAN SAPUTRA
Anggota Komisi E DPRD Sulsel Fraksi PPP Saharuddin. Legislator Sulsel asal Kabupaten Enrekang ini menyoroti buruknya akses jalan nasional di sepanjang Kabupaten Enrekang. 

TRIBUN-TIMUR.COM, ENREKANG - Anggota DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) menyoroti buruknya akses jalan nasional di sepanjang Kabupaten Enrekang.

Anggota Komisi E DPRD Sulsel Saharuddin menilai masih banyak ketidakadilan yang diterapkan pemerintah pusat dalam menggenjot pembangunan.

Legislator Sulsel asal Kabupaten Enrekang ini mengaku kecewa terhadap pemerintah pusat.

Ia menyebut dalam pengembangan pembangunan ekonomi daerah, pemerintah bersikap tebang pilih.

Seperti infrastruktur jalan nasional di sepanjang Kabupaten Enrekang yang rusak parah.

Berbeda dengan daerah-daerah lain seperti Kabupaten Sidrap, hingga Tana Toraja yang dianggap selalu menjadi prioritas oleh pemerintah pusat.

Padahal jalan penghubung Sidrap-Enrekang-Tana Toraja merupakan akses vital.

"Yang paling memprihatinkan di wilayah kita ini, kalau kita sudah memasuki wilayah Kabupaten Enrekang. Bisa kita lihat, banyak sekali konstruksi jalan poros yang rusak sekali, bukan hanya lubang, retak, namun aspalnya juga terkupas," ujar Saharuddin kepada TribunEnrekang.com, Rabu (28/12/2022).

Wakil Ketua Fraksi PPP Sulsel ini menganggap bahwa hal itu merupakan bentuk-bentuk ketidakadilan yang diberlakukan pemerintah.

Sebab pada dasarnya, pemerintah berkewajiban dalam pemerataan pembangunan di setiap daerah.

Saat ini pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah XIII Makassar melakukan penanganan di sejumlah ruas jalan.

"Sekarang kan proses penanganan sudah berangsur-angsur dilakukan oleh pihak balai jalan khususnya di wilayah Kabupaten Enrekang. Namun ada beberapa hal yang menjadi kritikan yang konstruktif terkait kinerjanya ini," paparnya.

"Salah satu contohnya itu dibeberapa ruas yang sementara diperbaiki tapi belum selesai, mungkin belum proses penyelesaian oleh pihak ketiganya, tapi sudah rusak kembali," tambahnya.

Pria yang kerap disapa Ajisaka ini mencontohkan pekerjaan jalan poros yang dilakukan di lingkungan kulinjang kelurahan Tuara. 

Baca juga: Sempat Macet karena Longsor, Lalin Trans Sulawesi di Desa Karrang Enrekang Kembali Lancar

Baca juga: Mudik Nataru Lewat Poros Enrekang-Toraja? Hati-hati Berkendara, Banyak Jalan Rusak Bak Kubangan Sapi

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved