Opini

Pemberdayaan Masyarakat dalam Mitigasi Bencana

Kerugian akibat bencana dapat berupa harta benda, gangguan kesehatan fisik atau penyakit dan gangguan kesehatan jiwa (psikologis).

DOK PRIBADI
Dr dr Ampera Matippanna SKed MH, Koordinator devisi sosial dan kemasyarakatan Bidang Mitigasi Bencana IKA Unhas 2022-2026) 

Oleh: Dr dr Ampera Matippanna SKed MH
Koordinator devisi sosial dan kemasyarakatan Bidang Mitigasi Bencana IKA Unhas 2022-2026)

TRIBUN-TIMUR.COM - Bencana dapat diartikan sebagai serangkaian peristiwa yang mengancam keselamatan manusia, menimbulkan korban jiwa ,kerugian dan kerusakan lingkungan, disebabkan oleh karena faktor alam, non alam atau karena perilaku manusia itu sendiri.

Kerugian akibat bencana dapat berupa harta benda, gangguan kesehatan fisik atau penyakit dan gangguan kesehatan jiwa (psikologis).

Bencana hendaknya tidak dipandang sebagai peristiwa sporadis belaka sehingga dianggap sebagai peristiwa biasa, tetapi harus dipandang sebagai peristiwa kemanusiaan, sehingga membutuhkan berbagai upaya untuk pencegahan terjadinya bencana, penanganan pada saat terjadinya bencana dan penaganan pasca bencana.

Upaya-upaya terhadap pencegahan bencana, penaganan pada saat kejadian bencana dan pasca bencana harus menjadi tanggung jawab bersama yang melibatkan unsur pemerintah, swasta dan masyarakat.

Keterlibatan berbagai pihak dalam penanganan bencana merupakan sebuah keharusan yang tidak dapat ditawar sebagai bentuk kepedulian terhadap kemanusiaan. Aspek kemanusiaan harus menjadi skala prioritas yang bersifat universal, non diskriminatif dan berkeadilan sosial.

Mitigasi Bencana

MItigasi Bencana adalah serangkaian upaya atau tindakan yang dilakukan untuk pencegahan terjadinya bencana, meminimalisir dampak kerugian yang ditimbulkan oleh peristiwa bencana atau dampak buruk lainnya yang tidak dikendaki. Mitigasi bencana memiliki peranan penting dalam manajemen bencana, khususnya pada prabencana dan pasca bencana.

Beberapa point penting yang harus dipahami dengan baik dalam mitigasi bencana antara lain :
Pertama, Ketersediaan data dan informasi daerah rawan bencana sesuai dengan jenis atau kategori bencanya bencana.

Kedua, Penyebarluasan informasi potensi kejadian bencana untuk mengurangi resiko bencana, jika bencana tersebut benar-benar terjadi.

Ketiga, Peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam pencegahan bencana.

Keempat, Peningkatan pengetahuan dan kemampuan masyarakat untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan atau dihindari sebagai tindakan penyelamatan diri jika bencana sewaktu-waktu terjadi.

Kelima, Pengaturan dan pengawasan terhadap daerah rawan bencana untuk mengurangi resiko bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

Sehubungan dengan point-point tersebut maka program mitigasi bencana seharusnya menjadi bagian integral dari perencanaan pembangunan, bidang pendidikan dan kebudayaan, bidang kesehatan, bidang pertanian, kehutanan, kelautan , bidang sosial dan kemasyarakatan serta bidang-bidang lainnya yang bersesuaian.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved