Pelabuhan Nusantara

Tiga Kapal dari Kalimantan Sandar di Pelabuhan Nusantara Parepare, Bawa 3.386 Penumpang

Jumlah penumpang yang turun di Pelabuhan Nusantara Parepare menjelang Natal meningkat jika dibandingkan tahun lalu.

Penulis: M Yaumil | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/M YAUMIL
Suasana Pelabuhan Nusantara, Jl Andi Cammi, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Jumat (23/12/2022) siang. Hari ini ada tiga kapal asal Kalimantan sandar di Pelabuhan Nusantara. 

TRIBUNPAREPARE.COM, PAREPARE - Tiga kapal sandar menurunkan 3.386 penumpang di Pelabuhan Nusantara, Jl Andi Cammi, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Jumat (23/12/2022) siang.

Tiga kapal ini membawa penumpang asal Samarinda, Nunukan, Balikpapan, dan Bontang.

Humas KSOP Parepare Eko Prayetno merinci jumlah penumpang yang turun.

KM Adithya menurunkan 1.682 penumpang, KM Thalia 903 penumpang, dan KM Kirana menurunkan 821 penumpang.

"Hari ini tiga kapal yang sandar masing-masing dari Kalimantan," katanya.

Secara umum, jumlah penumpang yang turun di Pelabuhan Nusantara Parepare menjelang Natal meningkat jika dibandingkan tahun lalu.

"Persentasenya itu kalau H-2 ini sekira 64,15 persen dibanding tahun lalu," jelasnya.

Kemudian secara keseluruhan jelang Natal ini penumpang meningkat sebesar 40 persen dari hari biasa.

"Secara umum peningkatan penumpang kapal itu meningkat antara 30 sampai 40 persen jelang natal ini," ujarnya.

Posko angkutan laut di pelabuhan sudah didirikan untuk memberikan bantuan kepada penumpang.

Adapun, penumpang dapat mencari informasi atau melapor di posko tersebut.

"Posko kita juga didirikan untuk membantu para penumpang yang menpunyai kendala saat ingin berangkat maupun turun," imbuhnya.

Baca juga: Breaking News: Gelombang Capai 3 Meter, 2 Kapal Feri di Pelabuhan Bira Batal Berlayar

Baca juga: Sebanyak 12.833 Penumpang Turun di Pelabuhan Nusantara Parepare pada H-2 Natal

Posko juga digunakan untuk penjagaan keamanan jelang perayaan natal.

Selain itu, keamanan keluar masuk pelabuhan lebih diperketat khususnya pada penumpang yang turun.

Barang bawaan penumpang di cek sebelum keluar dari dermaga karena ditakutkan membawa benda yang tidak sesuai ketentuan.

"Kita juga perketat yah pintu keluar dari dermaga ini untuk mengantisipasi barang atau benda yang dilarang atau ilegal," katanya.

Dokumen perjalanan juga masih tetap diperiksa kelengkapannya, seperti tiket, kartu vaksin digital, serta dokumen mengenai barang bawaan.

"Kelengkapan dokumen penumpang kita persiksa umumnya kartu vaksin dan tiket tapi ada juga dokumen terkait barang bawaan," pungkasnya.(*)

Laporan Kontributor TribunParepare.com, M Yaumil

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved