Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ngobrol Virtual, Pemberdayaan BBPVP Makassar

Ngobrol Virtual terlaksana di Kantor Tribun Timur, Jl Cendrawasih, Kelurahan Sambung Jawa, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Jumat (23/12/2022).

Penulis: Nur Rofifah Marzuki | Editor: Ari Maryadi
nurrofifahm Tribun Timur
Host Tribun Timur Kinan Aulia (kiri), Yohanes Ferdinandus Samson Gu Wes ST (kanan), dalam program ngobrol virtual, Pemberdayaan BBPVP Makassar, Jumat (23/12/2022), program ini disiarkan secara langsung melalui YouTube Tribun Timur. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemberdayaan BBPVP Makassar jadi topik utama dalam series ngobrol virtual, bersama Koordinator Bidang Pemberdayaan Pelatihan Vokasi dan Peningkatan Produktivitas.

Ngobrol Virtual terlaksana di Kantor Tribun Timur, Jl Cendrawasih, Kelurahan Sambung Jawa, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Jumat (23/12/2022).

Program ini disiarkan secara langsung melalui YouTube Tribun Timur.

Koordinator Bidang Pemberdayaan Pelatihan Vokasi dan Peningkatan Produktivitas Yohanes Ferdinandus Samson Gu Wes ST hadir sebagai narasumber.

Yohanes Ferdinandus menuturkan, fokus utama lembaga BBPVP untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat.

"Kita melatih orang untuk memiliki kompetensi sesuai kriteria pasar kerja," ujarnya.

Kriteria persaingan dipasar kerja selalu bervariasi, hal ini memungkinkan setiap orang harus berjuang untuk memantaskan diri meraka berada diposisi tertentu dalam bidang pekerjaan.

"Untuk mengatasi hal tersebut, BBPVP memberikan layanan pelatihan secara fleksibel untuk menyiapkan angkatan kerja," tuturnya.

BBPVP menyediakan pelatihan di 12 kejuruan yang bisa dinikmati secara gratis.

Masyarakat juga diberikan konsumsi dan baju.

"Rencana kita kedepannya menawarkan program tertentu dengan durasi 1 bulan," katanya.

Program durasi 1 bulan diisyaratkan bagi mereka yang mau meningkatkan kompetensi sesuai dengan kebutuhannya.

"Misalnya paket program menjahit dasar, kita berikan waktu 260 jam selama 1 bulan," tuturnya.

BBPVP menetapkan syarat bagi masyarakat yang ingin mengikuti pelatihan kerja.

"Harus usia produktif dan sehat secara jasmani maupun rohani," tutup Yohanes Ferdinandus.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved