Sosialisasi Permen PAN RB

Kepala SD dan SMP di Luwu Ikut Sosialisasi Permen PAN RB Nomor 6 Tahun 2022

Permen PAN RB bertujuan memberikan pemahaman demi mengembangkan kualitas kinerja ASN di Kabupaten Luwu.

Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/MUH SAUKI MAULANA
BKPSDM Luwu dan Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu berkolaborasi sosialisasi Permen PAN RB nomor 6 tahun 2022 tentang Pengelolaan Kinerja Aparatur Sipil Negara di Hotel Subur Belopa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Senin-Selasa (19-22/12/2022). Acara diikuti kepala SD dan SMP se-Kabupaten Luwu. 

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - BKPSDM Luwu dan Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu berkolaborasi sosialisasi Permen PAN RB Nomor 6 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Kinerja Aparatur Sipil Negara.

Acara diikuti kepala SD dan SMP se-Kabupaten Luwu di Hotel Subur Belopa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Senin-Selasa (19-20/12/2022).

Kepala BKPSDM Luwu Ahkam Basmin menerangkan Permen PAN RB bertujuan memberikan pemahaman demi mengembangkan kualitas kinerja ASN di Kabupaten Luwu.

Selain itu juga akan menjadi pelaporan penilaian dalam kinerja oleh atasan dengan bawahan.

"Banyak hal yang bisa kita ukur selain kinerja ASN, bagi yang dipercayakan oleh pimpinan untuk memegang sebuah tanggung jawab diharapkan bisa bekerja sesuai dengan harapan atau tupoksi yang diberikan" jelasnya.

Dikatakan, peran kepala sekolah atau tenaga pendidik yang hadir saat ini wajib dan harus pandai menempatkan diri pada posisinya.

"Tenaga pendidik harus memberikan contoh dan memberikan teladan, bukan hanya untuk siswa, guru dan staf di sekolah namun juga bagi masyarakat umum," ungkapnya.

Ahkam Basmin menyampaikan bahwa ASN adalah pelayan bagi masyarakat tanpa terkecuali baik itu guru maupun kepala sekolah.

"Yang jelas ketika dia berstatus ASN maka dia adalah pelayan masyarakat, kita tidak boleh membuat perilaku yang dinilai tidak sesuai atau perilaku yang tidak patut untuk dicontoh," ucapnya.

Sebagai seorang ASN, kata Ahkam Basmin, juga harus bisa dan mampu bagaimana berkomunikasi dengan baik terhadap pimpinan, bagaimana berkomunukasi dengan bawahan dan bagaimana berkomunikasi dengan masyarakat umum.

Pada kesempatan itu ia juga menyinggung soal tingginya angka pelecehan terhadap anak di bawah umur yang korbannya adalah rata-rata siswi sekolah atau pelajar yang terjadi di Kabupaten Luwu.

"Saya fikir ini adalah tanggung jawab kita semua dan tanggung jawab besar bagi tenaga pendidik," ungkapnya.

"Atas nama pemerintah Kabupaten Luwu berharap ini bisa menjadi atensi bagi tenaga pendidik di sekolah agar intens mengawasi dan mendidik siswi atau siswa agar tidak menjadi korban dan terhindar dari perbuatan yang tidak sesuai dengan perilaku kehidupan kita," jelasnya.(*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muh Sauki Maulana

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved