Opini

Bonus Demografi Semakin Dekat, Sudah Siapkah Kita?

Bonus demografi sebagai mimpi kita dan mimpi bangsa Indonesia janganlah sampai hanya terjerumus pada angan-angan.

Editor: Hasriyani Latif
dok pribadi/alfitra mappunna
Alfitra Mappunna Pegiat Forum Indonesia Muda Regional Makassar. Alfitra penulis Opini Tribun Timur berjudul 'Bonus Demografi Semakin Dekat, Sudah Siapkah Kita?' 

Oleh:
Alfitra Mappunna
Pegiat Forum Indonesia Muda Regional Makassar

TRIBUN-TIMUR.COM - Indonesia adalah negara yang kuat, bilamana bhinneka tunggal ika dihadirkan tanpa sekat, sinergitas sesama anak bangsa yang begitu erat, meniscayakan kemajuan Indonesia akan terasa dekat.

Rencana aksi dan kolaborasi haruslah digaungkan dengan tepat, sebab bonus demografi haruslah dijemput dengan peran yang akurat, 2030 tidaklah lagi menjadi waktu yang lama.

Jika bonus demografi dimaknai dengan kata membangun peradaban, maka 2030 akan jadi terasa singkat.

Sudah saatnya pemuda berperan demi menyalanya lilin-lilin perubahan, mari kita mulai dari sikap ambil bagian.

Indeks keberhasilan bonus demografi diukur dari peningkatan kuantitas pemuda yang disertai dengan pertumbuhan kualitas sumber daya manusia suatu bangsa.

Indonesia berpeluang menjadi negara maju dimata dunia, bilamana bonus demografi dapat dioptimalisasi dengan baik.

Bappenas memperkirakan Bonus demografi di tahun 2030-2040, menggambarkan Di mana jumlah usia produktif Indonesia diproyeksikan berada pada grafik tertinggi dalam sejarah bangsa ini, yaitu mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk Indonesia.

Di penghujung akhir tahun 2022 dalam menyongsong bonus demografi merupakan momentum pondasi perubahan pikir yang dinamis dan progresif pada pemuda.

Goresan pena yang baik terhadap sejarah masa depan dapat ditunaikan, jika hadirnya bonus demografi disertai dengan peningkatan kualitas isi kepala aktor-aktornya.

Kuantitas adalah kesempatan emas, namun kita tidak boleh terlena dengan kesempatan tanpa kesiapan yang menopangnya.

Bonus demografi akan menjadi kado terindah bagi bangsa Indonesia sebelum memasuki usia 1 abadnya, bilamana kesempatan dan kesiapan saling bertemu dan menguatkan.

Namun, jika hanya kesempatan yang tidak disertai dengan kesiapan maka bonus demografi yang menjadi gagasan Akselerasi berpotensi gagal kita hadirkan.

Berdalil kepada Presiden Republik Indonesia yang Ketiga B.J.Habibie mengatakan kita tidak boleh lelah dan kita tidak boleh kalah, masa depan Indonesia berada di anak muda.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved