Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Siap Terbang! Pesawat Haerul Kerjasama FT Unhas Bisa PP Pinrang-Makassar

Pesawat Haerul yang dikembangkan oleh Fakultas Teknik (FT) Universitas Hasanuddin siap diterbangkan.

Penulis: Nining Angraeni | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/NINING
Penampakan Pesawat Haerul kerjasama PPH Unhas saat ini berada di Pangkalan Bandara Malimpung, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Sabtu (10/12/2022). Pesawat Haerul yang dikembangkan oleh Fakultas Teknik (FT) Universitas Hasanuddin siap diterbangkan. 

TRIBUNPINRANG.COM, PINRANG - Masih ingat pemuda bernama Haerul asal Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan yang viral karena menerbangkan pesawat buatannya di tahun 2020?

Kini, pesawat Haerul yang dikembangkan oleh Fakultas Teknik (FT) Universitas Hasanuddin siap diterbangkan.

Pesawat jenis microlight PPH Unhas ini sudah bisa dilihat di Pangkalan Bandara (lama) Malimpung, Kabupaten Pinrang.

Keseluruhan pesawat microlight ini berwarna putih dan merah. Di badan pesawat tertulis PPH Unhas.

Tim Pendampingan Pesawat Haerul (PPH) FT Unhas yang dipimpin oleh Prof Nasaruddin Salam mengatakan microlight ini dirancang dan dibuat oleh FT Unhas.

"Pesawat ini dibuat sendiri. Mulai dari konstruksinya, baik itu rangka hingga sayap. Semua kita buat sendiri. Yang kita pesan di luar negeri itu dari engine (mesin) dan instrumen. Instrumen sebagian juga dari sistem kontrol. Kalau kontrol mekanisnya kita buat sendiri," katanya saat ditemui Tribun-Timur.com, Sabtu (10/12/2022).

Dikatakan, ada tiga komponen bahan yang digunakan dalam pembuatan pesawat microlight ini.

"Secara keseluruhan bahan dari pesawat microlight ini yakni aluminium. Ada juga carbon fiber dan stainless. Material bodynya dari carbon fiber. Untuk perbandingan resing dengan carbon fiber 70 persen carbon fiber dan 30 persen resing," tuturnya.

Nasaruddin mengatakan, pada dasarnya pembuatan pesawat itu harus ringan dan kuat sehingga bisa terbang.

Pesawat microlight PPH Unhas ini hanya bisa dinaiki untuk dua orang.

Untuk bahan bakar pesawat menggunakan pertamax.

"Fuel tank capacity 80 liter. Ini sudah bisa terbang PP Pinrang-Makassar," ucapnya.

Ketinggian jelajah pesawat ini hingga 5.000 feet atau 1.524 meter.

Butuh 2 Tahun Rampung

Prof Nasaruddin mengatakan ada beberapa hal yang membuat proses pengerjaan pesawat ini cukup lama.

Hal itu dikarenakan pihaknya harus menunggu mesin dan instrumen yang di pesan di luar negeri.

"Mesinnya ini beli di Amerika. Tapi buatan austria. Kemudian instrumennya dari Singapura. Jadi kami menunggu pengiriman dua komponen itu hampir 6 bulan. Jadi kira-kira butuh 2 tahun untuk merampungkan semuanya," ucapnya.(*)

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved