Bupati Enrekang dan BBIHPMM Teken MoU Dorong Penguatan Usaha IKM

Kesepakatan ini dilakukan dengan penandatanganan MoU antara Bupati Enrekang Muslimin Bando dengan pihak BBIHPMM di Ruang Rapat Bupati Enrekang

Penulis: Erlan Saputra | Editor: Ari Maryadi
TribunEnrekang.com/Erlan Saputra
Bupati Enrekang Muslimin Bando dan Kepala BBIHPMM Setia Diarta saat melakukan MoU di Ruang Rapat Bupati Enrekang, Jl Jenderal Sudirman, Kelurahan Leoran, Kecamatan Enrekang, Jumat (9/12/2022). 

TRIBUN-TIMUR.COM, ENREKANG - Dalam rangka penguatan usaha Industri Kecil Menengah (IKM), Pemerintah Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, melakukan kerjasama dengan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim (BBIHPMM), Jumat (9/12/2022).

Kesepakatan ini dilakukan dengan penandatanganan MoU antara Bupati Enrekang Muslimin Bando dengan pihak BBIHPMM di Ruang Rapat Bupati Enrekang, Jl Jenderal Sudirman, Kelurahan Leoran, Kecamatan Enrekang.

Turut hadir Sekretaris Daerah atau Sekda Enrekang H Baba, Kadis Perindustrian dan Perdagangan, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Enrekang.

Selanjutnya, para pelaku IKM, Kabag TU, Koordinator lingkup BBIHPMM, Pimpinan Bank BRI dan Sulselbar.

Dalam kesempatan itu, Kepala BBIHPMM Setia Diarta mengaku bangga bisa berkolaborasi dengan pemerintah Kabupaten Enrekang.

Baginya, melalui kerjasama ini kiranya kedepan bisa lebih meningkatkan mutu produk-produk Industri Kecil Menengah.

"Kami bisa membantu dan mewujudkan produk-produk IKM yang ada di Kabupaten Enrekang agar bisa berdaya saing dan memiliki kemampuan untuk mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI)," ujar Setia Diarta.

Melalui kerjasama, dirinya meyakini bahwa kekayaan sumber daya alam yang ada di daerah Bumi Massenrempulu ini bisa dikelola dengan baik.

Dalam pengalamannya, bahwa semasa krisis 1998 dan gelombang pandemi 2019, perekonomian masyarakat nyaris lumpuh total.

Untuk mengantisipasi terjadinya resesi ekonomi adalah dengan membangkitkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan IKM sebagai solusi yang terbaik.

"Nah inilah kehadiran BBIHPMM sebagai institusi standardisasi dan layanan jasa industri berkolaborasi untuk membantu kebutuhan Industri lainnya khususnya di Kabupaten Enrekang," katanya.

BBIHPMM merupakan salah satu unit kerja Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian yang diamanahkan untuk membantu mempercepat pencapaian target sertifikasi halal tahun 2024 melalui Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) yang telah terakreditasi oleh BPJPH Kemenag.

Sementara itu, Bupati Enrekang Muslimin Bando menyambut baik kerjasama tersebut.

Dikatakan, ada banyak hasil pertanian di Kabupaten Enrekang yang sangat layak untuk dipasarkan.

Seperti Kopi Arabika Kalosi yang menjadi andalan karena kualitas rasanya yang tidak lagi diragukan.

"Kopi Arabika Kalosi sering mendapat pengakuan dunia. Seperti Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) mengakui bahwa Kopi Arabika Kalosi merupakan salah satu kopi terbaik dunia," kata Muslimin Bando.

Untuk itu, Muslimin Bando berharap dengan adanya kerjasama dari pihak BBIHPMM, produk-produk asal Kabupaten Enrekang bisa lebih dikenal secara luas.

Sebagai Unit Layanan Teknis dibawah naungan Eselon 1 BSKJI Kementerian Perindustrian RI, BBIHPMM juga memiliki tugas pokok dan fungsi memberikan Layanan Jasa Industri khususnya industri hasil perkebunan, mineral logam, dan maritim dalam rangka memenuhi kebutuhan industri untuk mewujudkan pengembangan daya industri yang bersaing serta ramah terhadap lingkungan.

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved