Pemilu 2024

KPU Pangkep Usulkan Tambah TPS Dari 709 Jadi 1.016 Titik di Pemilu 2024

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pangkep mengusulkan penambahan Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pemilu 2024.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Muh Hasim Arfah
dok KPU Pangkep
Rapat Pemetaan TPS di Kabupaten Pangkep, Kamis (8/12/2022). Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pangkep mengusulkan penambahan Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pemilu 2024. dok KPU Pangkep 

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKEP - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangkep mengusulkan penambahan Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pemilu 2024.

Rencananya jumlah TPS akan bertambah menjadi 1.016 yang tersebar di 13 Kecamatan.

Pada Pemilihan Bupati 2020 lalu, jumlah TPS hanya mencapai 709 lokasi. 

Hal ini disampaikan oleh Koordinator Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Pangkep, Rohani, Kamis (8/12/2022).

"Rancangan 1.016 TPS ini masih sangat tertatif dan bersifat sementara," katanya.

Tak hanya itu, KPU juga akan menyediakan TPS lokasi khusus yakni di Rumah Tahanan atau lembaga permasyarakatan.

Baca juga: Empat Parpol di Palopo Tidak Lolos Verifikasi Faktual KPU

"Tahun 2024 TPS Khusus ini akan dibentuk, dikhususkan yang tidak dapat memilih sesuai dengan domisili asalnya. Pemilih ini terkonsentrasi di suatu tempat dan jumlah pemilihnya dapat di bentuk paling sedikit 1 TPS," ujarnya.

Rohani menuturkan jumlah tersebut dirancang dengan melihat Pemilu 2019, Pilkada 2020 dan Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) Periode September 2021 sebanyak 235.270 pemilih yang terakhir kali ditetapkan termasuk melihat wajib visual data kependudukan.

Ia menyampaikan sejumlah perbandingan TPS mulai dari Pemilu 2019 dengan jumlah DPT sebanyak 243.096 menghasilkan 966 TPS, Pilkada 2020 yang lalu dengan jumlah DPT 236.956 menghasilkan 709 TPS.

"Periode DPB September 2021 yang lalu bertambah 1 TPS di wilayah Kecamatan Balocci menjadi 710 TPS karena kondisi geografis dan kemudahan akses pemilih menuju TPS," tuturnya.

Ia menjelaskan pada pemilu 2024, hanya akan ada 300 orang yang mencoblos di tiap TPS.

Baca juga: Segera Uji Publik, KPU Makassar Rancang Skenario Peleburan Dapil saat Pileg 2024

Jumlah itu berkurang dibanding saat pilkada 2020 lalu. Kala itu, 500 orang bisa mencoblos di satu TPS.

"Setiap TPS nantinya akan 300 orang tiap TPS dengan memperhatikan hal-hal seperti tidak menggabungkan kelurahan/desa, kemudahan ke TPS, tidak memisahkan pemilih dalam satu Keluarga, aspek geografi setempat dan jarak waktu tempuh menuju TPS dengan memperhatikan waktu pemungutan suara," terangnya.

Ia melanjutkan, masih menuggu ketetapan Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) dari KPU RI untuk menetapkan jumlah TPS.

Data tersebut nantinya akan disinkronkan dan dianalisis pemilih dengan TPSnya.

Rohani menambahkan pihaknya juga meminta kepada para stakeholders khususnya pemerintah melalui desa/kelurahan dan RT/RW untuk mereview ulang kondisi TPS di wilayahnya.

"Untuk selanjutnya dikoordinasiakan dengan kami. KPU juga pun akan turun langsung nanti ke sejumlah desa/kelurahan untuk memastikan kembali pemetaan TPS ini," katanya.(*)

Baca juga: Hari Ini 280 Pendaftar PPK KPU Luwu Tes CAT Tahap 2

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved