Pilgub Sulsel 2024

Sambut 2023, Jalan Poros Luwu-Palopo Mulai 'Perang' Baliho Antara IAS dan Panglimata

Baliho bertulis Panglima ta ini terlihat di jalan-jalan, sekitar Kecamatan Larompong, Kabupaten Luwu.

Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Saldy Irawan
DOK PRIBADI
Baliho mantan Panglima Kodam XIV Hasanuddin Andi Muhammad Mappanyukki di Kecamatan Larompong, Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan.   

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Baliho mantan Panglima Kodam XIV Hasanuddin Andi Muhammad Mappanyukki sebagai calon gubernur Sulawesi Selatan mejeng di Jalan Poros  Luwu- Palopo

Baliho bertulis Panglima ta ini terlihat di jalan-jalan, sekitar Kecamatan Larompong, Kabupaten Luwu.

Isyarat ini, semakin meyakinkan banyak pihak soal niat pria kelahiran Bone ini maju menjadi calon Gubernur Sulsel.

Andi Muhammad Mappanyukki atau akrab disapa Panglimata ini mengusung tagline "Kembalikan marwah Sulsel" dalam setiap balihonya.

Sebelumnya, baliho mantan Wali Kota Makassar Ilham Arif Sirajuddin juga banyak terlihat di Luwu.

IAS sapaan akrabnya juga dikabarkan akan mencalonkan diri menjadi calon gubernur Sulsel pada 2024 mendatang.

Bahkan, IAS telah mendapat dukungan dari salah satu pengusaha cengkih kenamaan di Kecamatan Larompong, yakni H Lacinding.

"Alhamdulillah, kami ikut senang tahu Pak Aco (sapaan IAS-red) kembali maju di pilgub Sulsel. Kami dan keluarga besar insya Allah siap memenangkan beliau," katanya.

Sementara itu, Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Bawaslu Luwu Hasriani menerangkan, pemasangan baliho pencalonan belum masuk ranah pengawasan pihaknya.

Menurutnya, belum ada aturan terkait pengawasan kampanye, sehingga baliho tersebut masih tanggung jawab pemerintah daerah.

"Pada dasarnya Bawaslu bertugas sesuai dengan ketentuan perundang-undangan terkait penyelenggaraan pemilu. Terkait dengan pemasangan baliho yang saat ini terpasang belum masuk ranah Bawaslu, karena saat ini masih tahapan pendaftaran, verifikasi administrasi dan verifikasi faktual belum ada penetapan partai politik peserta pemilu," ujarnya, Rabu, (7/12/2022).

"Belum ada aturan terkait pelaksanaan kampanye sehingga bawaslu belum masuk keranah penanganan pelanggaran. Untuk baliho yang terpasang di jalan-jalan itu masuk di ranah pemda," tambahnya.

 

Laporan Jurnalis Tribun Timur Muh Sauki Maulana 

  • Tribun Shopping

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR
    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved