Mahasiswa Polbangtan Gowa Vaksinasi Hewan Ternak di Libureng Bone

PMK bisa ditangani dengan tiga strategi pendekatan. Pertama, strategi intelektual sebagai langkah percepatan.

DOK PRIBADI
Mahasiswa Polbangtan Gowa bersama pegawai DPKH Bone seusai melakukan vaksinasi hewan ternak di Libureng, Kabupaten Bone. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo terus mendorong jajarannya mengadakan kegiatan kolaboratif sebagai langkah preventif penyebaran wabah PMK di berbagai daerah.

Menurutnya, PMK bisa ditangani dengan tiga strategi pendekatan. Pertama, strategi intelektual sebagai langkah percepatan.

Kemudian strategi manajemen, sebagai langkah penguatan dan ketiga adalah strategi perilaku sebagai langkah bersama dalam menghilangkan PMK.

Menindaklanjuti arahan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan dalam penanganan PMK perlu juga dilakukan sosialisasi dan advokasi kepada masyarakat.

Agar masyarakat agar tidak panik dengan informasi yang simpang siur.

“Kewaspadaan dan kedisiplinan kita semua memegang peranan penting dalam pencegahan penularan PMK ke tempat yang masih sehat. BPPSDMP akan memanfaatkan berbagai kegiatan transfer of knowledge dalam upaya penanggulangan PMK," ujar Dedi via rilis, Senin (5/12/2022).

"Hal tersebut guna meningkatkan kompetensi peserta dalam pengendalian dan pemberantasan PMK sekaligus mengurangi penyebaran," lanjutnya.

Polbangtan Gowa pun turut berperan dalam melaksanakan program Kementan dalam mengantisipasi PMK.

“Kami sudah lakukan sosialisasi dalam menangani PMK ke Kabupaten Gowa, Kabupaten Takalar, Kabupaten Maros, dan Kabupaten Bone” kata Syaifuddin, Direktur Polbangtan Gowa.

Syaifuddin menambahkan mahasiswa Polbangtan sudah diberikan pembekalan cara melakukan pencegahan PMK.

Alhasil, Sekitar 80 mahasiswa yang tergabung dalam HMJ Peternakan Polbangtan Gowa bekerja sama DPKH Bone melakukan vaksinasi terhadap hewan ternak di Kecamatan Libureng dan Mare, Bone.

Kegiatan diinisiasi HMJ Peternakan Bidang Pemberdayaan Masyarakat Polbangtan Gowa ini selama dua hari,Sabtu-Minggu (3-4/12/2022).

Kegiatan vaksinasi dilakukan kepada sejumlah ternak yang berada di Kecamatan Libureng Desa Lakukang, Mario, Bune, dan Mallinrung serta di Kecamatan Mare Desa Ujung Tanah.

Adapun vaksin yg gunakan yaitu aftogen dari argentina. Dengan dosis 2 cc untuk 1 ekor sapi dan 1 cc untuk satu ekor kambing.

Hingga saat ini kurang lebih telah sekitar 3.327 dosis vaksin yang sudah di aplikasikan di Kabupaten Bone.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk respon cepat kami sebagai Mahasiswa peternakan dalam membantu penanganan PMK di wilayah Bone, dimana diketahui bahwa Bone merupakan Sentralisasi Sapi di Sulawesi Selatan” ujar Dian Hidayat, Ketua HMJ Polbangtan Gowa.(*)

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved