UMI

UMI Gelar Silaturahmi Akbar Undang Wapres Ma'ruf Amin

Sivitas akademika Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar silaturrahmi akbar bersama Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin.

Tangkap Layar YouTube BPMI Setwapres
Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin saat membawakan materi dalam silaturrahmi akbar di Gedung Auditorium Al Jibra Kampus UMI, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Sabtu (3/12/2022). Acara ini dirangkaikan dengan peluncuran Z-Mart UMI Baznas dan 500 Z-Mart Provinsi Sulawesi Selatan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sivitas akademika Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar silaturrahmi akbar bersama Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin di Gedung Auditorium Al Jibra Kampus UMI, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Sabtu (3/12/2022).

Silaturrahmi mengusung tema "Arah tata kelola ekonomi syariah nasional dalam penanggulangan dampak krisis ekonomi global dan pemeliharaan tren positif pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan dan Nasional".

Acara ini dirangkaikan dengan peluncuran Z-Mart UMI Baznas dan 500 Z-Mart Provinsi Sulawesi Selatan.

Turut hadir Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Panglima Kodam 14 Hasanuddin Mayjen TNI Totok imam Santoso, Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Nana Sujana.

Forum komunikasi pimpinan daerah Sulawesi Selatan, rektor perguruan tinggi negeri dan swasta se-Sulawesi Selatan.

Para walikota dan bupati se-Sulawesi Selatan, dan Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI Prof Mansur Ramli.

Rektor UMI Basri Modding mengucapkan terima kasih atas kunjungan Ma'ruf Amin di ampus UMI.

"Suatu kebahagiaan dan kebanggaan bagi seluruh sivitas akademika atas kehadiran Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin yang telah berada di Kampus UMI," ujarnya.

Ma'ruf Amin dikenal sebagai ketua dewan Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia.

"Kami meminta arahan kepada Ma'ruf Amin tentang bagaimana mendorong komitmen para pihak untuk menjadikan Provinsi Sulawesi Selatan sebagai salah satu pilar utama praktek ekonomi syariah di Indonesia," tuturnya.

Wapres RI Ma'ruf Amin menjelaskan ekonomi syariah sekarang ini tidak hanya memiliki landasan dari aspek syariah.

"Kita tahu bahwa syariah itu selain akidah, ibadah, akhlak juga muamalah, jadi kita umat islam selain akidahnya harus benar muamalahnya juga harus sesuai dengan syariat," ujarnya.

Penguatan ekonomi syariah tidak lepas dari dukungan dan komitmen pemerintah yang membentuk pusat komite nasional ekonomi dan keuangan syariah.

"Pusat komite ini diketuai oleh presiden RI, wakil presiden RI, sekretarisnya menteri keuangan RI dan anggotanya semua menko dan menteri terkait," tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved