UMK 2023

Pemkot Parepare Belum Tetapkan UMK 2023, Bagaimana Nasib Pekerja?

Hal itu dikonfirmasi, perwakilan Serikat SPSI Parepare yang juga anggota dewan pengupahan, Zulkifli.

Penulis: M Yaumil | Editor: Saldy Irawan
Kolase TribunTimur.com
Ilustrasi buruh aksi untuk kenaikan upah dan uang. Daftar UMP 2022 terbaru dari Kemnaker meliputi 34 provinsi di Indonesia, termasuk Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara (Sultra). 

TRIBUNPAREPARE.COM, PAREPARE - Pertemuan dewan pengupahan Kota Parepare tidak membuahkan hasil.

Hal itu dikonfirmasi, perwakilan Serikat SPSI Parepare yang juga anggota dewan pengupahan, Zulkifli.

"Hanya pertemuan biasa. Pertemuan pengurus saja. Sekalian bincang-bincang tentang program kerja Pengupahan kedepan," katanya kepada tribun timur, Sabtu (3/12/2022) siang.

Dewan pengupahan merupakan perwakilan dari unsur pengusaha, serikat pekerja, dan pemerintah.

Yang bertujuan merumuskan upah minimun kabupaten kota (UMK) atau standar gaji di suatu daerah.

Penetapan UMK 2023 di Kota Parepare belum terealisasi. 

Pasalnya, dewan pengupahan masih sibuk mengunpulkan data untuk merumuskan UMK.

"Soal UMK masih mau di rampungkan dulu datanya dan belum ada kesepakatan tentang persentase UMK antara kami dari unsur serikat dan unsur apindo juga dari unsur pengusaha," jelasnya.

Usulan APINDO, kata Zulkifli kenaikan UMK seminim mungkin.

Jika itu terjadi tentu yang diuntungkan adalah para pengusaha dan buruh berada di posisi rentan.

"Kalau dari APINDO kemarin, pak ketuanya hanya bilang kalau dari APINDO maunya seminim mungkin (kenaikan UMK)," ujar Zulkifli.

Menurut Ketua Serikat SPSI itu UMK harus lebih tinggi dari UMP.

Dia melihat dari sisi ekonomi dimana inflasi Kota Parepare cukup tinggi sehingga seharusnya pendapatan pekerja juga dimaksimalkan.

Kalau UMP naik 6,9 persen, Zulkifli menyarankan UMK Kota Parepare naik di angka 8,5 persen.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved