Headline Tribun Timur

Satukan Kopi Toraja Melalui Tribun Toraja

Peluncuran TribunToraja.com portal berita ke-68 Tribun Network di Toraja Heritage Hotel, Kecamatan Kesu, Kabupaten Toraja Utara.

Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/SANOVRA JR
Tribun Network resmi melauncing TribunToraja.com di Toraja Heritage Hotel di Karassik, Kecamatan Kesu, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Kamis (1/12/2022). Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan dilanjutkan talkshow bertema “Potensi Desa Wisata, Kopi dan Diaspora Toraja”. 

TRIBUN-TIMUR.COM, TORAJA - TribunToraja.com resmi hadir di Bumi Lakipada.

Peluncuran portal berita ke-68 Tribun Network ini digelar di Toraja Heritage Hotel, Kecamatan Kesu, Kabupaten Toraja Utara, Kamis (1/12/2022).

Launching secara hybrid ini dihadiri Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Wali Kota Makassar Danny Pomanto, Ketua IKAT Nusantara Irjen Pol Purn Drs Frederik Kalalembang, mantan Kapolda Sulsel Irjen Pol Purn Mathius Salempang, Guru Besar UKI Paulus (UKIP) Prof Apriana Toding.

Ketua PHRI Toraja Yohan Tangkesalu, dan Direktur Utama Sulatco Jaya Abadi yang juga praktisi Kopi Toraja Samuel Karundeng. Hadir pula Kapolres Toraja Utara AKBP Eko Suroso, Dandim 1414 Letkol Inf Monfi Ade Candra.

Wakil Bupati Toraja Utara Frederik V Palimbong, puluhan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda serta pejabat Pemkab Tana Toraja serta Toraja Utara dan diaspora Toraja. 

Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan dilanjutkan talkshow bertema “Potensi Desa Wisata, Kopi dan Diaspora Toraja”.

Dalam talkshow dipandu Direktur Pemberitaan Tribun Network, Febby Mahendra, Samuel Karundeng menyampaikan permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan Kopi Toraja.

Menurutnya, di Bumi Lakipadada ada dua kabupaten, Tana Toraja dan Toraja Utara yang masing-masing memiliki kopi yang sulit disatukan untuk dikenalkan ke masyarakat luas. 

“Saya hadir di Toraja tahun 1988. Waktu itu Toraja masih satu. Sekarang ada Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara. Dengan adanya pemekaran ini, catatannya bahwa kopinya sulit disatukan padahal kita harus tetap satu,” jelas Samuel. 

Ia mengungkapkan, di Toraja Utara luas tanaman kopi sekitar 10 ribu hektar dengan total produksi sangat kecil, hanya sekitar 6.600 ton per tahun.

Tana Toraja dengan luas yang sama pun justru jumlah produksinya lebih kecil, yakni sekitar 2.600 ton per tahun.

“Total produksi kopi Toraja kita bulatkan hanya sekitar 10 ribu ton per tahun, hanya menyumbang 0,09 persen di Indonesia dibanding kopi arabika terbesar di Aceh,” sambungnya. 

Meski kopi lokal Indonesia berada pada peringkat ke empat di dunia setelah Brazil, Vietnam dan Kolombia, kopi Indonesia hanya menyumbang jumlah 7 persen tetapi dengan harga yang paling tinggi. 

Meski sedikit, Samuel mengatakan kopi lokal Indonesia sangat dibutuhkan oleh dunia karena kelebihan dari cita rasa dan aroma.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved