Hasil Survei Indikator Politik: Pemilih Nasdem di Indonesia Timur Tolak Anies Presiden 2024

Hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukan sebagian pemilih Nasdem di wilayah Indonesia Timur tidak menyetujui Anies Baswedan Presiden 2024

Tribunnews.com
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat pengumuman deklarasi Calon Presiden 2024 dari Partai Nasdem di Nasdem Tower, Jakarta, Senin (3/10/2022). Partai Nasdem resmi mendeklarasikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) yang akan diusung pada Pilpres 2024. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukan sebagian pemilih Partai Nasdem di wilayah Indonesia Timur tidak menyetujui Anies Baswedan Presiden 2024.

“Sebagian basis Nasdem terutama Indonesia bagian timur itu tidak setuju Anies Baswedan sebagai Capres,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi via rilis, Kamis (1/12/2022).

Menurut Burhanuddin, deklarasi Anies sebagai capres membuat sebagian pemilih Nasdem di Indonesia Timur berpindah.

“Itu yang membuat sebagian pendukung Nasdem Indonesia Timur berpindah,” ujarnya.

Kendati demikian, Burhanuddin menegaskan Nasdem tetap memiliki basis pemilih yang cukup banyak, seperti di Sumatera, Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta.

“Meskipun Nasdem masih punya potensi untuk menambah suara terutama dari basis pendukung Anies yang ada di Sumatera dan Jawa Barat maupun Banten dan DKI,” katanya.

Baca juga: Anies Baswedan Diterpa Masalah Baru Jelang Kunjungan ke Aceh, DPP Nasdem Turun Tangan Gegara Pemda

Ia mengungkapkan ada indikasi positif setelah partai besutan Surya Paloh deklarasikan Anies.

“Ini rata-rata survei sebelum deklarasi 4,5 sekarang 4,8. Memang ada indikasi positif kenaikan buat Nasdem setelah deklarasi tetapi masih sangat minim insentif elektoralnya,” katanya.

Bukan Anies, Ganjar, Prabowo hingga Puan, Sosok Lain Masuk Daftar Pertama Capres Relawan Jokowi

Siapa Ray Rangkuti? Berani Sebut Prabowo Cocok Cawapres Ganjar Pranowo, Anies Baswedan Bisa Kalah

Sebagai informasi, survei nasional yang dilakukan Indikator Politik ini digelar tatap muka sejak 30 Oktober hingga 5 November 2022.

Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling.

Dalam survei ini jumlah sampel sebanyak 1.220 orang.

Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 1.220 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error-MoE) sekitar ±2.9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20 persen dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check).

Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti.

Bukan Ganjar Pranowo, Capres Rambut Putih Terkuak di Pencanangan Asrama Mahasiswa Nusantara Makassar

Baca juga: Cak Imin Mengancam Jika Ditinggalkan Prabowo di Pilpres, Duet Ketum Gerindra dan Ganjar Ditolak

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved