Selamat, Desa Pakkatto Gowa Terpilih Jadi Desa Antikorupsi KPK

Oleh karena itu, kata dia, KPK mengajak segenap masyarakat untuk ikut dalam upaya pemberantasan korupsi termasuk masyarakat desa.

DOK PRIBADI
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan bersama Kepala Desa Pakkatto saat menghadiri peluncuran 10 Desa Antikorupsi tahun 2022 oleh KPK RI, di Desa Banyubiru, Kabupaten Semarang, Selasa (29/11/22). 

TRIBUN-GOWA.COM - Desa Pakatto Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), menjadi satu di antara 10 Desa Antikorupsi tahun 2022.

Hal tersebut diketahui, setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI melakukan peluncuran 10 Desa Antikorupsi tahun 2022, di Desa Banyubiru, Kabupaten Semarang, Selasa (29/11/22).

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan hadir dalam peluncuran tersebut.

Adnan menyampaikan rasa syukur dan  terima kasih atas dijadikannya Desa Pakatto sebagai Desa Antikorupsi tahun 2022 oleh KPK. 

Menurut dia, apa yang diraih Desa Pakatto merupakan satu bentuk upaya bersama pemerintah desa, kecamatan hingga kabupaten dalam mewujudkan tatanan jauh dari praktik-praktik korupsi. 

"Budaya praktik baik ini perlu dipertahankan dan dipelihara agar semua aparat kita mulai dari desa hingga ke atas tidak ada yang berperilaku korupsi. Ini tentu merupakan hal baik untuk menjaga citra pemerintah untuk tidak memiliki budaya dan jauh dari korupsi," ujar Adnan dalam keterangannya diterima, Rabu (30/11/22).

Kepala Desa Pakatto, Basir mengatakan, masuknya Desa Pakatto sebagai Desa Antikorupsi mewakili Sulsel bersama dengan 9 desa yang ada di Indonesia adalah sebuah pencapaian yang luar biasa. 

Bagi dia, pencapaian ini atas kolaborasi antara pemerintah desa, kecamatan dan Kabupaten Gowa  beserta masyarakat Desa Pakatto.

“Mereka tanpa lelah mendoakan dan mendukung kami sehingga kami bisa menghadirkan 5 komponen yang terbagi menjadi 18 Indikator sebagai prasyarat untuk menjadi Desa Antikorupsi," katanya.

Program ini diselenggarakan oleh KPK RI bekerja sama dengan Kementrian Desa PDTT, Kementrian Dalam Negeri, Kementrian Keuangan serta beberapa stakeholder lainnya.

Basir berharap, dengan terpilihnya  Desa Pakatto sebagai Desa Antikorupsi menjadi motivasi bagi seluruh aparatur desa untuk bekerja lebih baik kedepan. 

Ia juga berharap Desa Pakatto bisa menjadi pilot project bagi desa-desa yang ada di Sulsel khususnya Gowa untuk terhindar dari praktik-praktik Korupsi.

“Kami juga berharap dengan penghargaan ini bisa memajukan pembangunan yang ada di desa kami terkait pembangunan Infrastruktur dan sumber daya manusia,” harapnya. 

Sementara itu, Ketua KPK RI, Firli Bahuri Firli menyampaikan peluncuran Desa Antikorupsi dengan tema ‘Berawal dari Desa Kita Wujudkan Indonesia Bebas dari Korupsi’.

Halaman
12
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved