Polisi Ancam Santri

Permohonan Maaf Keluarga Oknum Polisi yang Ancam Santri Pakai Pistol di Gowa

Haeruddin menuturkan perbuatan yang dilakukan Brigadir A dilakukan secara spontan dan tanpa sengaja.

TRIBUN-TIMUR.COM/SAYYID
Mertua Brigadir A dan istri Brigadir A berkunjung untuk minta maaf terkait insiden ancam santri di Pesantren Tahfizul Quran Imam Al-Zuhri, Jl Veteran Bakung, Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (29/11/2022) malam. Brigadir A mengancam santri akibat pelemparan rumah. 

TRIBUNGOWA.COM, SOMBA OPU - Keluarga Brigadir A, oknum polisi pengancam santri di Gowa menyampaikan permohonan maaf.

Permohonan maaf itu dilakukan Haeruddin Talle, mertua oknum polisi brigadir A saat mengunjungi Pesantren Tahfizul Quran Imam Al-Zuhri, Jl Veteran Bakung, Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (29/11/2022) malam.

Haeruddin menuturkan perbuatan yang dilakukan Brigadir A dilakukan secara spontan dan tanpa sengaja.

"Kami memohon maaf atas perbuatan anak mantu kami, itu dilakukan secara spontan. Kami memohon maaf atas kejadian yang tidak disengaja ini," ucapnya didampingi istri Brigadir A.

Kehadiran keluarga Brigadir A bersama pihak kepolisian, camat, Babinsa, disambut baik oleh pihak pesantren dan orang tua santri.

"Dan Alhamdulillah tadi kami, dengan orang tua santri, pihak pesantren, didampingi pihak Polrestabes Makassar, Babinsa, dan camat serta tokoh masyarakat sudah menyaksikan bahwa tidak ada persoalan lagi dan sudah dimaafkan," katanya.

Ia pun kembali menyampaikan permohonan maaf atas perbuatan Brigadir A.

"Sekali lagi saya memohon maaf, saya bersama istrinya (Brigadir A) memohon beribu-ribu maaf atas kejadian yang tidak disangka ini," sambungnya.

Sebelumnya oknum polisi diduga mengamuk di Pesantren Tahfizul Quran Imam Al-Zuhri di Jl Veteran Bakung, Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Bahkan, oknum polisi itu disebut menodongkan pistol ke santri.

Aksi tersebut terjadi pada Rabu (23/11/22) dan terekam kamera CCTV.

Dari rekaman CCTV, tampak oknum polisi itu memakai kaos putih. Ia terlihat seperti marah-marah dan mengancam santri.

Lalu menujuk seorang santri dan memegang baju kemudian oknum polisi itu mengambil pistolnya dan menunjuk ke arah jalanan.

Menurut, Pimpinan Pesantren Tahfizul Quran Imama Al-Zuhri, Suhuri bin Rosli, Insiden ini dipicu dari masalah pelemparan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved