Sekprov Sulsel Diganti

Legislator Golkar Geram Pimpinan DPRD Sulsel Bercanda soal Sekprov di Sidang Paripurna

Pada sidang itu, pimpinan DPRD Sulsel berguaru soal jabatan sekretaris provinsi (sekprov) di hadapan gubernur dan 60 legislator yang hadir.

Penulis: Wahyudin Tamrin | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/WAHYUDIN TAMRIN
Sidang Paripurna DPRD bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di Gedung DPRD Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Selasa (29/11/2022) malam. Legislator Partai Golkar Arfandy Idris geram pimpinan DPRD Sulsel bergurau soal jabatan sekretaris provinsi (sekprov) di hadapan gubernur dan 60 legislator yang hadir. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Legislator Partai Golkar Arfandy Idris langsung menginterupsi gurauan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan (DPRD Sulsel) saat Sidang Paripurna, Selasa (29/11/2022) malam.

Wakil Ketua Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Sulsel itu geram pimpinannya bersenda gurau dalam forum tertinggi lembaga eksekutif dan legislatif.

Pada sidang itu, pimpinan DPRD Sulsel bergurau soal jabatan sekretaris provinsi (sekprov) di hadapan gubernur dan 60 legislator yang hadir.

Syaharuddin Alrif seyogyanya sebagai wakil ketua DPRD Sulsel malah disebut sebagai sekprov yang mendampingi Gubernur Andi Sudirman Sulaiman.

Legislator Partai Nasdem itu duduk di kursi sebelah kanan Andi Sudirman Sulaiman, tempat Abdul Hayat Gani biasanya duduk.

Kemudian mengawali sidang, Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari menyapanya dengan sebutan sekprov.

"Yang saya hormati gubernur, wakil ketua, dan anggota dewan. Yang saya hormati juga sekretaris daerah Pak Sahar (Syaharuddin Alrif)," kata Andi Ina Kartika Sari disambut gemuruh tepuk tangan anggota DPRD sambil tertawa.

Syaharuddin Alrif dalam sidang juga menyebutkan sengaja duduk di sebelah kanan Andi Sudirman Sulaiman.

Menurutnya, ia duduk di kursi sekprov karena protokoler mengaturnya seperti itu.

"Sebenarnya saya bukan duduk di sini. Tapi kita diatur sama protokoler. Maksudnya supaya Pak Gubernur ada yang dampingi," kata Syaharuddin Alrif menyampaikan alasannya duduk di kursi sekprov.

Legislator Fraksi Nasdem itu menyebutkan posisi gubernur tanpa pendamping tidak bagus terlihat.

Sehingga Syaharuddin Alrif pun meninggalkan kursi wakil ketua DPRD Sulsel pada Sidang Paripurna itu untuk mendampingi Andi Sudirman Sulaiman.

"Tidak elok di ujung kursi itu tidak ada yang dampingi pak gubernur. Tidak elok. Masa pak gubernur posisinya di ujung sendiri," kata Syaharuddin Alrif.

Pernyataan Syaharuddin Alrif saat sidang sedang berlangsung itu pun langsung diinterupsi Arfandy Idris.

"Pimpinan jangan seperti itu. Itu melanggar perda pimpinan," kata Arfandy Idris memotong senda gurau Syaharuddin Alrif.

"Sidang ini sebenarnya tidak boleh dipermainkan. Itu melanggar perda. Protokolnya itu salah kalau begitu cara mengatur kursinya," Arfandy kembali mempertegas lalu mengakhiri interupsinya.

Syaharuddin Alrif pun langsung menjawabnya. "Baik, terima kasih," timpal Syaharuddin Alrif.(*)

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved