PSM Makassar

Bernardo Tavares Harap Tren Kemenangan PSM Bertahan Meski Tak Main di Stadion Gelora BJ Habibie

Dengan sistem bubble digunakan sebenarnya PSM dirugikan sebab empat dari enam pertandingan sisa putaran pertama bertindak sebagai tuan rumah.

Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/KASWADI
Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares saat memimpin latihan skuadnya jelang bergulirnya kembali Liga 1 2022/2023, beberapa waktu lalu. Bernardo Tavares berharap tren tidak terkalahkan anak asuhnya tetap bertahan walau tidak bermain di markas Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares berharap tren tidak terkalahkan anak asuhnya tetap bertahan walau tidak bermain di markas Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare.

Pasalnya, sisa putaran pertama Liga 1 2022-2023 akan dilanjutkan dengan sistem bubble to bubble.

Lokasinya di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ada lima stadion disiapkan, yakni Stadion Maguwoharjo, Sleman, Stadion Sultan Agung, Bantul, Stadion Moch Soebroto, Magelang, Stadion Manahan, Solo dan Stadion Jatidiri, Semarang.

PSM memang belum terkalahkan di sepuluh pertandingan Liga 1 musim ini.

Mereka meraih enam kemenangan dan empat hasil imbang. Total mengoleksi 22 poin.

Dari sepuluh laga dimainkan, ada lima pertandingan dilakoni di markas Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare.

Willem Jan Pluim cs tampil impresif. Empat kemenangan diraih di kandang, hanya sekali bermain imbang.

"Di Parepare (Stadion BJ Habibie) bahwa kita mendulang poin, tentu saja saya ingin hal itu terjadi (di sistem pertandingan bubble). Bisa lihat track record kita bermain di Parepare, kita hanya imbang sekali. Selebihnya dimenangkan dan mendulang poin," tuturnya pada Selasa (30/11/2022).

Menurutnya, bermain di kandang disaksikan suporter di pinggir lapangan akan memberikan ekstra motivasi bagi pemain.

Selain itu, membantu keuangan klub.

"Itu (kehadiran suporter) bukan hanya memberikan ekstra motivasi kepada pemain, ekstra energi kepada pemain. Tapi juga membantu klub dari segi finansial.

Tavares sebenarnya ingin kasta tertinggi sepak bola Indonesia tetap sistem home and away.

Namun, kali ini harus mengikuti sistem bubble berlaku. Terpenting, kompetisi sepak bola Tanah Air berjalan.

"Kalau saya bisa memilih tentu saja saya memilih tetap bertanding di Parepare. Namun, kondisinya tidak memungkinkan saat ini. Paling penting bagi saya adalah memulai liga kembali," ucap juru taktik 42 tahun ini.

Dengan sistem bubble digunakan sebenarnya PSM dirugikan.

Sebab empat dari enam pertandingan sisa putaran pertama, Laskar Pinisi bertindak sebagai tuan rumah.

"Empat pertandingan kita harusnya bermain di kandang," ucapnya.(*)

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved