UMP 2023

Ancaman PHK Akibat UMP Naik, Kadisnaker Sulsel: Kita Akan Aktif Koordinasi ke Perusahaan

Kenaikan 6,9 persen membuat UMP 2023 di Sulsel naik menjadi Rp 3.385.145 dari sebelumnya Rp 3.165.876.

Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/FAQIH IMTIYAAZ
Kepala Disnakertrans Sulsel Ardiles Saggaf. Sekaitan dengan ancaman PHK di tengah kenaikan UMP 2023, Disnakertrans Sulsel akan melakukan koordinasi dengan perusahaan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Upah Minimum Provinsi (UMP) Sulsel 2023 naik sebesar Rp 219 ribu.

Kenaikan 6,9 persen membuat UMP Sulsel 2023 naik menjadi Rp 3.385.145 dari sebelumnya Rp 3.165.876.

Kenaikan UMP di Sulsel termasuk yang tinggi di Indonesia.

Asosiasi Perusahaan Indonesia (Apindo) pun belum sepenuhnya sepakat dengan kenaikan tersebut hingga hari ini.

Pasalnya, Apindo masih menunggu uji materiil Permenaker 18/2022 yang jadi landasan penyesuaian UMP.

Resiko PHK akibat kenaikan UMP pun mengancam karyawan.

Sebab kenaikan UMP pasti berdampak pada operasional perusahaan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel Ardiles Saggaf pun mengaku akan melakukan koordinasi dengan perusahaan.

Koordinasi dibangun untuk mencegah adanya PHK akibat biaya operasional meningkat.

"Kami bersama teman-teman di pengawasan dan hubungan industrial akan aktif melakukan komunikasi ke perusahaan yang akan melakukan PHK," ujarnya.

Ardiles memastikan kenaikan UMP 2023 sebesar 6,9 persen akan dijalankan.

Meskipun, pihak pengusaha masih menunggu hasil uji materiil di Mahkamah Agung.

"Kami saat ini tetap mengacu permenaker. Terkait gugatan ke permenaker kita lihat bagaimana nanti," ujarnya.

"Kita jalan dulu dengan kebijakan sekarang. Pengalaman, kan gugatan biasanya butuh proses panjang," tutupnya.(*)

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved