UMP 2023

Intip UMK Luwu, Lutim, Lutra, Palopo, Toraja, Torut Setelah UMP Sulsel 2023 Naik 6,9 Persen

Besaran UMP Sulsel mengalami kenaikan dari Rp 3.165.876 pada 2022 menjadi Rp3.385.145 pada 2023 mendatang.

Editor: Ari Maryadi
Tribun Timur/Faqih
Gubernur Sulawesi Andi Sudirman Sulaiman bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sulsel dan perwakilan Serikat Buruh menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Sulsel tahun 2023 dengan kenaikan 6,9 persen. Kenaikan UMP Sulsel itu mengikuti Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) nomor 18 tahun 2022 tentang pengupahan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Upah minimum kota atau UMK 2023 di beberapa kabupaten/kota Sulawesi Selatan mengalami kenaikan setelah Upah Minimum Provinsi (UMP) Sulawesi Selatan 2023 ditetapkan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman Senin (28/11/2022).

Untuk level provinsi, UMP Sulsel 2023 mengalami kenaikan sebesar 6,9 persen.

Besaran UMP Sulsel mengalami kenaikan dari Rp 3.165.876 pada 2022 menjadi Rp3.385.145 pada 2023 mendatang.

Angka kenaikannya mencapai Rp 219 ribu.

Landasan penetapan upah minimum (UM) tahun 2023 merujuk pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 18 Tahun 2022 yang ditetapkan pada 16 November 2022.

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengungkapkan, UMP Sulsel 2023 ini mengalami kenaikan tertinggi sepanjang ada penetapan upah minimum provinsi Sulsel.

Artinya UMP Sulsel mengalami kenaikan tertinggi di era Andi Sudirman Sulaiman dibanding pada era gubernur-gubernur sebelumnya.

“Kita berharap dengan UMP ini buruh bisa sejahtera dan pengusaha tetap untung,” kata Andi Sudirman Sulaiman di Rujab Gubernur Sulsel Jalan Jenderal Sudirman Kota Makassar Senin (28/11/2022).

Penetapan UMP Sulsel 2023 itu diumumkan Andi Sudirman Sulaiman bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sulsel dan perwakilan Serikat Buruh.

Kenaikan UMP Sulsel itu mengikuti Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) nomor 18 tahun 2022 tentang pengupahan.

“Tentunya penetapan ini adalah dari hasil rapat bersama Apindo dan Serikat Buruh. Keputusan ini juga mempertimbangkan saran dari teman-teman buruh,” kata Andi Sudirman Sulaiman.

Kepala Dinas Ketenagaerjaan dan Transmigrasi (Kadisnaker Trans) Ardiles Saggaf menjelaskan formulasi kenaikan UMP, yakni penjumlahan antara inflasi dengan perkalian pertumbuhan ekonomi dan α (alfa).

Variabel alfa merupakan indeks tertentu yang menggambarkan kontribusi tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai tertentu dalam rentang 0,10 sampai dengan 0,30.

Berdasarkan Permenaker 18, ada tiga opsi kenaikan, yakni belum memastikan alfa berapa yang digunakan. Yang pastinya, kata dia, alfa yang paling bawah saja, yaitu 0,10, kenaikannya mencapai 6,9 persen.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved