Marak Temuan Mayat Bayi, Polrestabes Makassar Target Razia Kos dan Penginapan

Rencana operasi untuk mencegah hubungan pasangan bukan suami-istri itu, bukan tanpa alasan.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Saldy Irawan
DOK PRIBADI
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Reonald Simanjuntak ditemui di kantornya, Senin (28/11/2022) sore.   

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Polrestabes Makassar bakal gencar melakukan razia kos-kosan dan penginapan.

Rencana operasi untuk mencegah hubungan pasangan bukan suami-istri itu, bukan tanpa alasan.

Sebab, tiga bulan terakhir marak temuan mayat atau orok bayi di kota berjuluk Angin Mammiri ini.

"Kami akan menggiatkan razia-razia baik kos-kosan ataupun penginapan untuk melakukan pencegahan hal ini (temuan orok bayi)," kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Reonald Simanjuntak ditemui di kantornya, Senin (28/11/2022) sore.

Langkah itu kata dia perlu segera dilakukan, sebab kebanyakan motif dari temuan orok bayi atau mayat baik karena malu melahirkan dari hasil hubungan gelap.

"Dari hasil penyelidikan kami itu dugaan hasil hubungan gelap," ujar perwira dua melati itu.

Dari data kasus yang ditangani, lanjut Reonald, sepanjang tahun 2022, terdapat sembilan penemuan mayat bayi.

Satu diantaranya adalah temuan tujuh orok bayi dalam tempat makan di Kecamatan Biringkanaya, Juni lalu, yang kini telah berposes di pengadilan.

"Selama setahun ini kurang lebih ada sekitar sembilan penemuan mayat, khususnya orok bayi diantaranya tujuh dalam tupperware," ungkap Reonald.

Meski demikian, dari sembilan kasus yang ada di luar temuan tujuh orok bayi, delapan diantaranya masih dalam penyelidikan polisi.

Salah satu kendala dalam pengungkap kasus pembuangan orok itu kata Reonald, minimnya DNA pembanding.

"Kendalanya minimnya saksi dan  tidak ada pembanding DNA dari Orok bayi tersebut," ucap Reonald.

Walaupun pun begitu, Reonald mengaku tetap akan memburu para pelaku yang tega membuang bayinya itu.

Dan jika tertangkap, Reonald mengaku tidak segan menerapkan ancaman hukuman maksimal terhadap pelaku.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved