Balapan Liar

Pembalap Liar di Palopo Kocar-kacir Diburu Polisi

Polisi yang bergerak ke arah Masjid Jami Tua Palopo membuat pembalap liar yang bersiap adu kecepatan motor kocar-kacir menghindari petugas.

Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Hasriyani Latif
Polres Palopo
Timsus Presisi Polres Palopo - Timsus Presisi Polres Palopo menyisir sejumlah titik yang kerap dijadikan arena balapan liar, Minggu (27/11/2022) dini hari. Operasi bertujuan untuk memberi rasa aman dan nyaman bagi warga. 

TRIBUNPALOPO.COM, WARA - Timsus Presisi Polres Palopo menyisir sejumlah titik yang kerap dijadikan arena balapan liar, Minggu (27/11/2022) dini hari.

Polisi yang bergerak ke arah Masjid Jami Tua Palopo membuat sejumlah orang yang bersiap adu kecepatan motor kocar-kacir menghindari petugas.

Di situ, polisi sempat terlibat kejar-kejaran dengan para pelaku. 

Setelah memastikan aman, polisi kemudian melanjutkan patroli ke titik lain.

Komandan Timsus Presisi Iptu A Akbar mengatakan operasi bertujuan untuk memberi rasa aman dan nyaman bagi warga.

Warga resah dengan suara bising knalpot akibat aksi balapan liar yang hampir terjadi setiap akhir pekan.

"Selain antisipasi balapan liar kami juga melakukan pemeriksaan kepada para remaja yang kedapatan berkumpul di jalan, tujuannya meminimalisir semua bentuk tindak pidana," katanya.

Meski tidak menemukan senjata tajam dan benda terlarang lainnya, namun beberapa pelaku yang terlibat aksi balapan langsung diamankan.

"Yang tertangkap motornya kita serahkan ke Satlantas, sementara pengendara kita berikan pembinaan," katanya.

Akbar berharap agar orang tua lebih meningkatkan pengawasan dan tidak membiarkan anak mereka berkeliaran saat larut malam.

Mengingat sebagian besar pelaku aksi balapan liar masih dibawah umur.

Kanit Resmob Polsek Wara ini menekankan jika tim yang tergabung dalam timsus presisi akan terus bergerak dengan menggunakan seragam lengkap. 

Dari satu titik ke titik lain sebagai upaya pencegahan aktifitas yang dapat berujung tindak pidana.

Kapolres Palopo AKBP Muh Yusuf Usman berharap warga dapat melaporkan hal yang menggangu keamanan dan ketentraman ke polisi.

Seperti terjadinya tindak pidana maupun balapan liar.

Kata dia, pelaku balapan liar bisa dikenakan sanksi pidana merujuk pasal 297 UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ).

"Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor berbalapan di jalan sebagaimana dimaksud dalam pasal 115 huruf b, dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp 3 juta," kata kapolres.(*)

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved