Sengketa Pemakaian Tanah di Bontonompo Selatan Gowa Diduga Lambat, Polres: Bakal Periksa Saksi

Perkara tersebut telah dilaporkan oleh Musa Dg Nuru' ayah dari Mustafa pada tanggal 8 juli 2022 lalu.

DOK PRIBADI
ilustrasi lahan sengketa di Gowa 

TRIBUN-GOWA.COM - Warga Bontonompo Selatan, Mustafa (29) mengeluhkan penanganan proses penanganan perkara di Polres Gowa diduga lambat.

Pasalnya, menurut Mustafa, perkara yang dilaporkannya tentang larangan pemakaian tanah tanpa izin, belum selesai.

Perkara tersebut telah dilaporkan oleh Musa Dg Nuru' ayah dari Mustafa pada tanggal 8 juli 2022 lalu.

"Pelapor bapak saya atasnama Musa Dg Nuru', tanggal 8 juli 2022, melaporkan perkara larangan pemakaian tanah tanpa izin," ujarnya, Jumat (25/11/22) 

Terlapor yakni Syahrir Dg Ngerang. Ia dilaporkan atas perkara pemakaian tanah tanpa izin di Dusun Campagayya,  Kelurahan Bontoramba, kecamatan Bontonompo Selatan, Gowa, Sulsel.

Mustafa menjelaskan, sebelumnya penyidik Polres Gowa telah mengeluarkan SP2 tentang penghentian perkara tersebut pada agustus 2022 lalu. 

Menurutnya, surat tersebut yang diterima itu tidak jelas tahun dan tanggalnya

"Kita terima suratnya SP2 tapi tidak jelas tanggal, bulan dan tahunnya malah diisi suratnya tahunnya salah di situ di nomor surat tertulis 2021," ucapnya

Dia membeberkan, dari informasi alasan penyidik Polres Gowa menghentikan kasus tersebut karena Syarir Dg Ngerang juga memiliki tanda bukti pembayaran pajak.

Selain itu, pelapor disebut juga tidak memiliki bukti kuat pemilikan. 

Padahal Mustafa mengaku, telah keluar surat ahli waris dari kecamatan yang menerangkan pembagian tanah tersebut.

Mustafa juga mengaku pihaknya memiliki bukti PBB dan surat kesepakatan yang dibuat di kecamatan tentang pembagian harta warisan berupa tanah.

"Bukti kami yakni surat kesepakatan yang dibuat di Kecamatan tetang pembagian harta warisan berupa tanah dan bukti kami juga ada bukti PBB," ujarnya.

"Kemudian kita ajukan gelar khusus di Polda Sulsel awal bulan September 2022, hasilnya terbit 15 September 2022 kasus dibuka kembali dan diarahkan ke tipiring (tindak pidana ringan) dan dikembalikan ke polres gowa," ucapnya.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved