Pilpres 2024

Presiden Joko Widodo Ingatkan Calon Presiden 2024 Jangan Politisasi Agama

Presiden Joko Widodo mengingatkan calon presiden dan wakil presiden 2024 agar menghindari cara-cara lama dalam berdemokrasi.

Tangkap Layar YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang digelar di Lubang Buaya pada hari ini, Sabtu (1/10/2022) lalu. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Presiden Joko Widodo mengingatkan calon presiden dan wakil presiden 2024 agar menghindari cara-cara lama dalam berdemokrasi.

Menurutnya, hal ini ikhtiar agar bangsa Indonesia tidak lagi terbelenggu isu SARA.

“Nuansa politik jangan sampai panas, apalagi membawa politik-politik SARA, tidak! jangan!,” kata Jokowi saat membuka Musyawarah Nasional ke-17 HIPMI di Surakarta, Jawa Tengah, Senin (21/11/2022).

“Apalagi politisasi agama, tidak, jangan. Setuju? politisasi agama jangan, jangan. Kita sudah merasakan, sangat berbahaya untuk negara sebesar Indonesia,” lanjutnya.

Kepala negara berpesan kepada para calon pemimpin bangsa agar berdebat gagasan dan ide.

Tujuannya untuk membawa Indonesia menjadi lebih baik tidak lagi mengulang kejadian yang berdampak luas.

Jokowi meyakini masyarakat sudah memahami dan merasakan imbas politisasi SARA.

“Hindari ini, lakukan politik-politik gagasan dan politik-politik ide tapi jangan masuk ke politik SARA, politisasi agama, politik identitas, jangan,” ujarnya.

Presiden berharap suhu politik tidak panas pada Pemilu 2024, seperti yang terjadi tahun sebelumnya.

“Inilah yang sekali lagi saya ingatkan kepada para Capres dan Cawapres, untuk membawa suasana politik kita menuju 2024 itu betul-betul paling banter anget dikit, syukur bisa adem," tutur Jokowi.

Kondisi perekonomian global tahun depan diramal akan lebih gelap dan sudah dirasakan di penghujung tahun 2022.

Ini menjadi perhatian Presiden Jokowi kepada jajarannya di Kabinet Indonesia Maju.

Jokowi meminta para menteri agar berhati-hati membuat kebijakan dalam situasi sekarang.

"Salah sedikit, risikonya bisa berdarah-darah," ungkap Presiden.

Menurutnya, situasi ekonomi dunia kini tengah tidak baik-baik diperparah perang di Ukraina yang menyebabkan krisis pangan dan energi.

Presiden menyoroti pasar keuangan yang tertekan akibat pengetatan moneter negara maju sehingga menimbulkan krisis keuangan di beberapa negara berkembang.

"Hati-hati landscape ekonomi globa bisa berimbas pada kita makanya strategi harus bener," ujar Jokowi.

"Ini harus betul betul mengelola dunia global tidak bisa diprediksi, sulit dihitung, sulit dikalkulasi, hati-hati buat kebijakan," pungkasnya.(*)

Sumber: Tribunnews.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved