Gugatan

ASN Kemenkumham Gugat Wali Kota Palopo

Gugatan juga ditujukan kepada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).

Penulis: Ivan Ismar | Editor: Muh. Irham
ist
Kendaraan milik ASN lingkup Kementerian Hukum dan HAM, Muhammad Akbar tertimpa pohon tumbang di wilayah Balandai pada Oktober 2022 lalu. 

WARA, TRIBUN-TIMUR.COM - Seorang ASN lingkup Kementerian Hukum dan HAM, Muhammad Akbar melayangkan gugatan kepada Wali Kota Palopo, Judas Amir.

Gugatan juga ditujukan kepada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).

Akbar mengajukan gugatan setelah kendaraan yang dikemudikannya tertimpa pohon tumbang di Jalan Trans Sulawesi, Kelurahan Balandai, Oktober lalu.

Akbar menggunakan jasa pengacara Lukman S Wahid, untuk mendampinginya menggugat Wali Kota Palopo dan BBPJN di Pengadilan Negeri Palopo.

"Iya gugatannya segera kita daftarkan di PN Palopo. Klien kami mengalami kerugian material dan immateril akibat pohon tumbang di jalan,"

"Salah satu poin gugatan kami adalah kelalaian Pemerintah Kota serta BBPJN yang mengakibatkan klien kami jadi korban," kata Lukman S Wahid, Jumat (18/11/2022) dalam rilisnya.

Pohon yang berada di tepi jalan kata Lukman, menjadi kewenangan Pemerintah Kota Palopo dan Balai untuk melakukan pemeliharaan atau peremajaan sehingga tidak mengakibatkan kecelakaan.

"Pohon yang tumbang dan menimpah kendaraan klien kami sudah lama diusulkan untuk dipangkas atau ditebang, karena posisinya sudah miring, tapi oleh Pemkot Palopo, diabaikan," ujarnya.

Lukman menambahkan Pemerintah Kota Palopo yang melakukan pembiaran dan lalai menjalakankan kewajiban hukumnya tersebut.

Sebagaimana diurai dalam perspektif hukum dapat dikualifisir sebagai bentuk perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh penguasa atau pemerintah.

Sebagaimana dimaksud dalam pasal 1365 KUH Perdata dan atau pun pasal 1366 KUH Perdata serta kaidah hukum lainnya yang ada.

"Bahwa akibat adanya kejadian pohon milik pemerintah yang tumbang dan menimpa mobil milik penggugat itu,"

"Maka secara real dan nyata telah membuat penggugat bersama keluaraga mengalami kerugian baik secara materil maupun immaterial,"

"Dimana kerugian tersebut timbul dan lahir dari adanya hubungan kausalitas perbuatan onrechtmatige overhieds daad yang dilakukan oleh tergugat sebagaimana diuraikan dalam materi gugatan kami," ujarnya.

Akibat kejadian tersebut, kliennya mengalami kerugian materil berupa biaya pergantian dan perbaikan mobil kendaraan yang dihitung sebesar Rp.53.825.000.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved