Liga 1

Dirut PT LIB Terpilih Ferry Paulus Realistis Liga 1 Bergulir 2 Desember 2022

Sebelumnya ada tiga opsi tanggal dilanjutkan kompetisi, 18 November, 25 November dan 2 Desember 2022.

Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Muh. Irham
MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM
Mantan Presiden Persija Jakarta Ferry Paulus (tengah) terpilih sebagai Direktur Utama PT LIB dan eks Dirut PSM Makassar Munafri Arifuddin (kiri) terpilih sebagai Direktur PT LIB pada saat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT LIB di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Selasa (15/11/2022). 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - PT Liga Indonesia Baru (LIB) terus berusaha agar Liga 1 2022-2023 bisa bergulir kembali. Hitungan realistisnya pada tanggal 2 Desember 2022.

Sebelumnya ada tiga opsi tanggal dilanjutkan kompetisi, 18 November, 25 November dan 2 Desember 2022.

Direktur Utama PT LIB,  Ferry Paulus mengatakan, pihaknya masih melakukan penjajakan kepada seluruh pihak terkait.

Sampai saat ini, ia mengaku belum mendapat keputusan baik dari kepolisian maupun pihak yang lain. 

Hanya saja dalam wacana dan pikiran PT LIB bersama pemegang saham (klub Liga 1), menginginkan kompetisi berjalan dengan sistem format home and away. 

Namun, PT LIB akan realistis melihat apa yang akan diputuskan pemangku kepentingan kedepannya.

"Jadi belum ada format dan seperti apa liga itu bergulir. Mulai besok kami akan lakukan proses perizinan dan mungkin akan ada tanda-tanda tentang izin. Tanggalnya kalau melihat situasi saat ini, yang paling realistis tanggal 2 (Desember)," jelasnya saat konferensi pers, Selasa (15/11/2022).

Sebagai Direktur Utama PT LIB yang baru terpilih, Ferry mengatakan untuk terobosan dilakukan direksi baru tidak terlalu neko-neko. Sebab, dalam korporasi itu as the simple.

"Sejatinya korporasi itu mendapatkan probabilitas yang baik. Caranya, tentu meningkatkan revenue. Kalau itu tidak memungkinkan, kita larikan ke menekan biaya," jelasnya.

Jadi nanti dalam pelaksanaan terobosan, tentunya kalau bicara liga yang saat ini akan dilakukan review, karena ketidakpastian liga saat ini. 

"Tadi yang saya bilang, kestabilan dan sustainability keuangan juga bergoyang-goyang. Saya rasa di dalam perusahaan ada keseimbangan. Jadi kalau liganya terhenti, kami harus melakukan distructory juga koreksi terhadap kesepakatan kerja terhadap pihak terkait," ucapnya.

Soal bantuan untuk klub, Ferry merasa itu bagian berkelanjutan. Hal ini akan dibahas bersama-sama oleh pemegang saham, karena PT LIB ini bukan perusahaan yang terbuka, sehingga mungkin ada baiknya dibicarakan sama pemegang saham.

"Yang jelas, visi kedepannya adalah bagaimana subsidi. Barang kali juga memaksimakan aset-aset yang ada untuk memaksimalkan pendapatan sebesar-besarnya bagian setiap klub," tuturnya. (*)

 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved