Video: Anak-anak Kampung Sudda Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai Demi Sekolah
Para pelajar dan orangtua harus mengarungi derasnya sungai yang memiliki luas sekira 60 meter dengan mengandalkan sampan.
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM, ENREKANG - Pelajar di Kampung Sudda, Kelurahan Leoran, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, setiap hari bertaruh nyawa melintasi Sungai Saddang demi menuntut ilmu di sekolah.
Para pelajar dan orangtua harus mengarungi derasnya sungai yang memiliki luas sekira 60 meter dengan mengandalkan sampan atau perahu kayu.
Tak ada mesin perahu, hanya dayung sebagai alat bantu untuk mengarahkan perahu.
Sungai yang berjarak 500 meter dari Kantor Bupati Enrekang ini sangat dalam dan arus sungai cukup deras, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan mereka.
Benar saja, orang tua pelajar Norma mengatakan perahu yang ditumpangi pernah terbalik hingga terseret derasnya aliran sungai.
Di saat sungai meluap, anak-anak mereka tetap menyeberang walau harus menantang maut.
Wanita 50 tahun ini mengungkapkan sebenarnya ada akses jalan lain yang lebih aman menuju ke pusat Kota Enrekang.
Namun, perjalanan membutuhkan belasan kilometer untuk sampai ke kota.
Sementara menyeberang sungai itu lebih cepat karena hanya butuh waktu sekitar 15 menit.
Simak videonya:
(*)