Memilih Damai

Sosiolog Unhas Sebut BJ Habibie Buktikan Bukan Hanya Orang Jawa Bisa Jadi Presiden

Dosen Sosiologi Politik Unhas Muh Iqbal Latief menegaskan bahwa semua warga negara berhak menjadi presiden. bukan hanya orang dari Pulau Jawa.

Penulis: Wahyudin Tamrin | Editor: Ari Maryadi
Tribun Timur Wahyudin
Dosen Sosiologi Politik Unhas Muh Iqbal Latief dalam sebuah diskusi Memilih Damai di Aula Prof Syukur Abdullah, FISIP Universitas Hasanuddin, Makassar, Senin (14/11/2022). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Presiden Indonesia harus orang Pulau Jawa masih menjadi perdebatan sampai saat ini.

Meskipun konstitusi menyebutkan semua warga negara berhak menjadi presiden, tapi realitanya semua presiden yang dipilih secara langsung oleh rakyat berasal dari Pulau Jawa.

Masihkan Berlaku The Iron Law of Indonesia Politics "Jawa Adalah Kunci" Pada Pemilu 2024 pun menjadi topik dalam sebuah diskusi Memilih Damai di Aula Prof Syukur Abdullah, FISIP Universitas Hasanuddin, Makassar, Senin (14/11/2022).

Dalam diskusi tersebut, Dosen Sosiologi Politik Unhas Muh Iqbal Latief menegaskan bahwa semua warga negara berhak menjadi presiden. Bukan hanya orang dari Pulau Jawa.

"Kita semua punya hak untuk menjadi presiden karena konstitusi kita sudah mengatur tentang itu," kata Muh Iqbal Latief.

Ia menyebutkan warga negara harus menyatukan perspektif konstitusi dalam membahas topik diskusi damai itu.

Menurutnya, konstitusi sudah mengatur bahwa kedaulatan ada ditangan rakyat dan prinsip-prinsip dalam proses kedaulatan rakyat ini dilakukan secara demokratis.

Sehingga, salah satu elemen daripada demokrasi yaitu  persamaan hak, keterbukaan, dan kebebasan untuk menyampaikan pendapat.

"Kalau kita menilai dari perspektif ini maka sebenarnya semua warga Indonesia itu punya hak untuk menjadi presiden. Tidak mesti Jawa, tidak mesti Sumatera, tidak mesti Sulawesi, Kalimantan, dan seterusnya," ujarnya.

Namun, kata dia, realitas politik selama ini hampir semua presiden yang terpilih dalam pemilihan umum (pemilu) itu lahir di Pulau Jawa.

Hanya ada satu yang tidak lahir di Jawa yakni BJ Habibie. Presiden ke-3 itu lahir di Parepare, Sulawesi Selatan.

"Ini membuktikan bahwa semua dalam politik itu semua kemungkinan itu bisa terjadi," katanya.

Ia menjelaskan secara statistik, memang pemilih terbesar berada di Pulau Jawa. Jumlah penduduk Indonesia di luar Pulau Jawa tidak mencapai setengah.

Bahkan, kata dia, jumlah penduduk di seluruh pulau di Indonesia Timur, hanya sepertiga dari penduduk di Pulau Jawa.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved