Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Penjual Cakar di Pasar Terong Tolak Digusur, Sindir PD Pasar yang Setiap Hari Minta 'Jatah'

Pembongkaran berdasarkan surat edaran atau imbauan yang dikeluarkan Lurah Tompo Balang, Yunus. 

Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
DOK PRIBADI
Pedagang cakar Pasar Terong aksi di depan Kantor DPRD Makassar, Jl AP Pettarani, Senin (14/10/2022). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Asosiasi Persaudaraan Pedagang Pasar Terong (Sadar) menolak digusur oleh pemerintah Kelurahan Tompo Balang, Kecamatan Bontoala, Makassar.

Diketahui, lapak jualan mereka akan dibongkar besok, Selasa (15/11/2022).

Pembongkaran berdasarkan surat edaran atau imbauan yang dikeluarkan Lurah Tompo Balang, Yunus. 

Pendamping Sadar, Zainal Siko Dg Lira mengatakan, pemerintah akan melakukan perbaikan jalan di Jl Sawi sesuai hasil musrembang. 

Dalam masa pengerjaan tersebut, para pedagang harus membongkar lapaknya.

Akan tetapi, pemerintah setempat tidak menyiapkan lokasi atau lapak sementara selama pengerjaan jalan tersebut.

"Pedagang siap untuk pindah, tetapi tidak ada tempat yang disediakan oleh lurah atau Pemkot Makassar agar pedagang tetap berjualan," ucapnya saat ditemui usai aksi di Kantor DPRD Makassar, Senin (14/11/2022).

Ada 600 kepala keluarga yang menggantungkan nasibnya di Jl Sawi Pasar Terong.

Mereka akan kesusahan jika sumber penghasilannya dihentikan.

Padahal, para pedagang sudah mengusulkan relokasi lapak yang tidak jauh dari kawasan tersebut.

Akan tetapi kata Enal-sapaannya, lurah setempat tidak merespon hal tersebut.

"Kami menawarkan relokasi bikin pasar darurat di Jl Labu, sebelah kanan pasar tapi kondisinya rusak," tuturnya.

Ia juga menyoroti Perumda Pasar Makassar Raya yang tidak memperhatikan nasib pedagang.

Padahal PD Pasar Makassar Raya setiap hari memungut retribusi dari mereka.

Seharusnya kata dia, PD Pasar memfasilitasi tempat yang layak untuk mereka agar tak lagi berjualan di pinggir jalan.

"Ini retribusi jadinya aneh, kami tiap hari dipungut Rp500 per meja, tapi mereka tidak memfasilitasi pedagang tempat berjualan," tuturnya.

 "Tidak ada listrik, tidak ada air, saya curiga mereka (PD Pasar) membodohi kami," sambungnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved