Sungai Maiting

Mengungkap Misteri di Balik Sungai Maiting di Tana Toraja, Disebut Sungai Orang Pemberani

Markus Laa Tanga mengatakan sungai ini berasal dari sungai To'sapan dan merupakan sebuah sungai pertemuan sungai-sungai besar. 

Penulis: Kristiani Tandi Rani | Editor: Muh. Irham
Tribun Toraja/Kristiani Tandi Rani
Suasana pencarian korban tenggelam Sungai Maiting, Toraja Utara. Hingga hari ketiga hari ini, pencarian terhadap Serda Amiruddin belum membuahkan hasil 

TORAJA, TRIBUN-TIMUR.COM - Sungai Maiting adalah salah satu sungai yang hangat diperbincangkan akhir-akhir ini. Sungai Maiting terletak di Lembang Maiting, Kecamatan Rinding Allo, Kabupaten Tana Toraja. 

Panjang Sungai Maiting mencapai 50 kilometer. 

Tokoh adat di Rinding Allo, Markus Laa Tanga mengatakan sungai ini berasal dari sungai To'sapan dan merupakan sebuah sungai pertemuan sungai-sungai besar. 

"Hulu ada di To'sapan Bulu'-bulu' hilir di Tapparan. Jadi di sini ini adalah pertemuan antar sungai besar, dari Bittuang juga," tuturnya. 

Menurut penjelasannya,  sungai ini sudah banyak menelan korban. Baik binatang maupun manusia. 

"Sungai ini kecil kelihatan tapi sebenarnya sungai yang besar di Tana Toraja. Ini kenapa dibilang besar karena sudah banyak yang korban kes ana, baik binatang baik orang," ujarnya. 

Konon katanya, sungai ini adalah asal muasal pemberani di Rinding Allo. 

"Sungai ini adalah sungai orang pemberani, maksudnya kan memang munculnya orang pemberani kan memang di Rinding Allo," jelasnya. 

Ilmu gaib yang mempengaruhi tempat ini juga memiliki pengaruh yang kuat dibanding sungai-sungai besar di Toraja. 

"Kemudian kan katakanlah gaibnya itu kuat sekali pengaruhnya, sungai Sa'dan dan di sini memang sama-sama sungai tapi tidak sama kondisinya, mistisnya di sini keras," imbuhnya. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved