Rusia vs Ukraina

Pernyataan Resmi Nato Syukuri Kekalahan Rusia di Kherson, 'Ada Kontribusi Nato'

Stoltenberg menyebut jika benar Rusia mundur dari ibukota Kherson, itu akan menjadi "kemenangan lain bagi Ukraina".

Editor: Sudirman
Youtobe Tribun Timur
Sekretaris Jenderal Nato Jens Stoltenberg menyambut penarikan Rusia dari kota Kherson di Ukraina dengan hati-hati. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Sekretaris Jenderal Nato Jens Stoltenberg menyambut penarikan Rusia dari kota Kherson di Ukraina dengan hati-hati.

Stoltenberg menyebut aliansi Nato berkontribusi atas pencapaian Ukraina melawan invasi ilegal Rusia.

Stoltenberg menyebut jika benar Rusia mundur dari ibukota Kherson, itu akan menjadi "kemenangan lain bagi Ukraina".

"Kami telah mencatat pengumuman Rusia untuk mundur dari Kherson," kata Stoltenberg.

"Kita harus melihat bagaimana situasi di lapangan berkembang dalam beberapa hari mendatang, kata Sekjen Nato ini saat jumpa pers bersama Perdana Menteri baru Italia Giorgia Meloni, 10 November dikutip tribun timur dari media resmi Nato.

"Yang jelas adalah bahwa Rusia berada di bawah tekanan berat dan jika mereka meninggalkan Kherson, itu akan menjadi kemenangan lain bagi Ukraina," kata sekretaris jenderal aliansi itu.

 Stoltenberg mengatakan pada hari Kamis bahwa pasukannya telah merebut kembali selusin desa di wilayah Kherson selatan, sehari setelah Rusia memerintahkan pasukannya untuk mundur dari kota tersebut.

“Pada saat yang sama, dukungan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang diberikan oleh sekutu NATO, termasuk Italia, membuat perbedaan di medan perang setiap hari dan tetap penting bagi kemajuan Ukraina, kata Stoltenberg.

Kemajuan itu terjadi kurang dari sehari setelah Moskow memerintahkan pasukannya untuk mundur dari seluruh kantong yang dikuasai Rusia di tepi barat Sungai Dnipro, termasuk kota Kherson, satu-satunya ibu kota regional yang direbut Rusia dalam sembilan bulan perang.

Pejabat Ukraina sejauh ini sebagian besar waspada di depan umum, memperingatkan bahwa Rusia mungkin masih berencana untuk berperang dan menabur kehancuran di jalan keluar mereka.

Menteri Pertahanan Rusia Jenderal Sergei Shoigu menyebut pasukannya mundur dari Kherson untuk menghindari korban sipil dan Pasukan Rusia mengingat minimnya suplai ke garis depan di tepi barat Sungai dniper.

Rusia membantah melakukan pelanggaran terhadap warga sipil meskipun membombardir daerah pemukiman selama konflik.

Mereka telah mengevakuasi ribuan warga sipil dari daerah Kherson sebelum memutuskan mundur dari sana.

Awal Mula Konflik Rusia vs Ukraina

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved