Ismail Bolong

Alur Uang Tambang Ilegal Ismail Bolong hingga Diduga Sampai ke Komjen Agus, Perwira Lain Terlibat

Kabaresrim Polri Komjen Agus Andrianto sebelumnya disebut terima uang sogokan Rp6 miliar dari Ismail Bolong, lalu dibantah pekan lalu.

Editor: Ansar
Kolase Tribun-Timur.com
Kolase Ismail Bolong, ilustrasi uang dan Komjen Agus Andrianto. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Keterangan Ismail Bolong penambang ilegal di Kalimantan Timur soal petinggi Polri mendapatkan jatah sejumlah uang, viral.

Kini muncul bagan versi baru yang menyebut seorang petinggi Polri, Irjen Pol S, yang kala setoran itu menjabat Wakil Kepala Bareskrim.

Sejauh ini belum ada konfirmasi resmi soal bagan kedua dan pertama.

Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Komjen Agus Andrianto sebelumnya disebut terima uang sogokan Rp6 miliar dari Ismail Bolong lalu dibantah pekan lalu.

Namun belakangan, Ismail Bolong megklarifikasinya soal video viralnya dan menyalahkan mantan Karo Paminal Divisi Propam Polri Hendra Kurniawan.

Ismail Bolong mengaku membuat pernyataan keterlibatan Agus Andrianto lantaran dipaksa membaca pernyataan yang dibuat anak buah Hendra Kurniawan.

Saat Ismail Bolong berusaha meredam 'kekisruhan' atas pernyataannya itu, muncul data baru yang jelaskan aliran dana ke petinggi Polri.

Data dalam bentuk bagan tersebut diperoleh tribun, Jumat (11/11/2022).

Selain Kabaresrim Agus Andrianto, muncul nama lain yang diduga ikut 'menikmati' hasil tambang ilegal.

Mereka adalah Kasubdit V Dittipidder Bareskrim Polri AKBP BH.

BH terima mulai September, Oktober dan November 2021 Rp3 miliar.

Setoran Rp3 miliar tersebut diterima BH untuk diserahkan ke Dirtipider, Brigjen PR.

Uang tersebut kemudian diserahkan Irjen Pol S.

Rp800 juta diperuntukkan kunjungan kerja Kapolri ke daerah-daerah selama masa Covid-19, tahun 2020 dan 2021.

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved