Ranperda Literasi Aksara Lontara Segera Disahkan, Idwar Anwar: Ini Kebanggaan Bagi Orang Sulsel

Perda Literasi Aksara Lontara akan menjadi dasar kebijakan yang kuat, berdaya paksa, dan mengikat bagi Pemerintah Daerah.

Editor: Sudirman
rilis
Tim perumus Ranperda Literasi Aksara Lontara melakukan ekspose di depan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Sulsel. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Tim perumus Ranperda Literasi Aksara Lontara melakukan ekspose di depan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Sulsel.

Ekspose dilakukan di ruang rapat Bapemperda lantai 2 dipimpin Ketua Pansus Jufri Sambara.

Hadir Wakil Ketua Pansus Andi Mappatoba, A Muhammad Anwar Purnomo dan anggota Pansus antara lain Rusdin Tabi, Hj Rismayanti dan Risfayanti Muin.

Hadir tim penyusun naskah akademik dan Ranperda tentang Literasi Aksara Lontaraq yakni Idwar Anwar, Upi Asmaradana, dan Rusdin Tompo.

Juru bicara, Idwar Anwar mengatakan, tujuan penyusunan Perda ini adalah untuk kembali menumbuhkan kebanggaan dan kehormatan sebagai jati diri orang Sulawesi Selatan.

"Sulsel merupakan salah satu daerah yang memiliki aksara, dengan sejarah dan budaya yang adiluhung,” ujarnya.

Perda ini akan menjadi dasar kebijakan yang kuat, berdaya paksa, dan mengikat bagi Pemerintah Daerah.

Sehingga aksara lontaraq dapat diberlakukan secara efektif dalam berbagai peruntukannya di masyarakat.

Menurut Idwar tidak banyak bangsa yang memiliki aksara. Keberadaan aksara merupakan salah satu indikator majunya peradaban suatu bangsa.

Sebab melalui aksaralah semua pengetahuan dan ilmu pengetahuan diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

“Hanya ada sekitar 25 aksara yang ada di dunia. 12 di antaranya ada di Indonesia dan salah satunya di Sulawesi Selatan yang dikenal dengan nama aksara lontaraq," ujarnya.

Padahal Sulsl memiliki 3 aksara selain akrasa lontaraq yakni aksara Jangang-jangan, Akrasa Serang dan Akrasa Bilang-bilang.

Selain itu, Idwar kembali mengungkapkan, Ranperda yang akan menjadi Perda ini akan menjadi pedoman dan dasar hukum bagi pemerintah melakukan harmonisasi dan penyelarasan penulisan aksara lontaraq.

Termasuk usaha-usaha pembinaan, pelestarian, edukasi dan pemajuan aksara lontaraq.

“Ini merupakan komitmen yuridis tingkat Provinsi Sulawesi Selatan dalam pembinaan, pelestarian, edukasi dan pemajuan aksara lontaraq," ujarnya.

Sehingga diharapakan dapat berfungsinya dengan baik kelembagaan organisasi perangkat daerah.

"Dalam mengkoordinasikan program-program dan kegiatan yang berkaitan dengan literasi, edukasi, pelestarian, dan pengembangan aksara lontaraq,” jelas Idwar.

Lebih lanjut Idwar mengungkapan bahwa dengan ditetapkannya Ranperda tentang Literasi Aksara Lontaraq ini, maka masyarakat Sulawesi Selatan telah membuat Tugu Ingatan Bersama dalam aspek yuridis formal bagi upaya untuk menghidupkan kembali peradaban masa lalu masyarakat Sulawesi Selatan.

“Yang paling penting yang harus kita ingat, bahwa keberadaan Perda ini jika benar-benar dilaksanakan dengan baik di lapangan, akan menjadi tugu ingatan bersama untuk kembali memulai kerja-kerja pemajuan kebudayaan di Sulawesi Selatan,” pungkasnya.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved