Rusia vs Ukraina

BREAKING NEWS: Rusia Tarik Mundur Pasukan dari Garis Depan Kherson, Kemenangan Besar Ukraina?

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, 10 November, menyebut semua pihak menahan diri tak bergembira sampai seluruh situasi terang benderang.

Editor: Sudirman
Tribunnews
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Komandan Operasi Militer Khusus Rusia di Ukraina, Jenderal Sergey Surovikin memutuskan menarik mundur pasukan di garis depan wilayah Kherson. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Komandan Operasi Militer Khusus Rusia di Ukraina, Jenderal Sergey Surovikin memutuskan menarik mundur pasukan di garis depan wilayah Kherson.

Pertempuran besar di Kherson yang diprediksi terjadi pekan ini tak terjadi.

Itu berarti kemenangan bagi Ukraina?

Namun Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, 10 November, menyebut semua pihak menahan diri tak bergembira sampai seluruh situasi terang benderang.

Pemimpin Chechnya di media sosialnya menyatakan keputusan Jenderal Surovikin menarik mundur pasukan dari garis depan Kherson keputusan bijaksana.

"Menyelamatkan nyawa prajurit pilihan utama dan konsolidasi ulang," kata Kadyrov hari ini.

Menteri Pertahanan Rusia Jenderal Sergei Shoigu dilaporkan menyetujui usulan menarik mundur pasukan dari kherson ke wilayah Dniper.

Awal pekan ini, beredar video menunjukkan beberapa pos pemeriksaan Rusia ditinggalkan dan bendera Rusia tidak lagi berkibar di atas gedung administrasi regional Kherson.

Para pejabat Barat mengatakan pasukan Rusia tampaknya siap untuk mundur ke tepi timur Sungai Dnieper, yang dilintasi kota itu.

Tetapi seorang pejabat tinggi Ukraina mengatakan kepada media lokal bahwa bendera yang diturunkan bisa menjadi taktik untuk memikat pasukan negaranya ke kota, untuk diserang oleh tentara Rusia yang menyamar sebagai warga sipil.

Washington Post menulis Kherson adalah wilayah strategis yang diidamkan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Jika pasukan Rusia mundur dari wilayah ini, diyakini hanya taktik sementara menunggu pasukan baru dan peralatan tempur siap.

Wilayah Kherson membentuk komponen penting terakhir dari "jembatan darat" dari daratan Rusia ke Krimea yang didambakan Putin sejak Moskow menginvasi semenanjung dan mencaploknya secara ilegal pada tahun 2014.

Dan ketidakmampuan untuk mencapai Krimea melalui jalan darat adalah alasan utama Putin menghabiskan waktu dan banyak investasi waktu membangun Jembatan Krimea melintasi Selat Kerch.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved