Kasus Pencurian

Polsek Wara Palopo Bebaskan Ibu Hamil yang Curi HP untuk Beli Susu Anak

Selain membebaskan pencuri HP, polisi juga memberi bantuan uang kepada HA yang tengah hamil tua.

Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Hasriyani Latif
Polsek Wara
Pelaku kasus pencurian handphone berinisial HA (33) dibebaskan oleh Polsek Wara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Selain membebaskan pelaku, polisi juga memberi bantuan uang kepada HA yang tengah hamil tua. 

TRIBUNPALOPO.COM, WARA - Pencuri handphone berinisial HA (33) dibebaskan oleh Polsek Wara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan.

Selain membebaskan pelaku, polisi juga memberi bantuan uang kepada HA yang tengah hamil tua.

Selama ini HA bersama seorang anaknya tinggal di sebuah kamar kos yang ada di Jl Belimbing, Palopo.

Pada Jumat (7/10/2022) lalu, HA mencuri sebuah handphone milik seorang pemilik kios berinisial HE di Pasar Andi Tadda.

Saat ditangkap, HA mengaku terpaksa mencuri untuk bertahan hidup memenuhi kebutuhan keluarga.

Perempuan asal Pangkep ini memiliki seorang anak berusia tiga tahun.

Saat ini ia juga tengah mengandung anak kedua dan sisa menghitung hari untuk persalinan.

Kondisinya semakin parah karena sang suami sedang menjalani proses pidana di Lapas Kelas II A Palopo.

"Terpaksa saya lakukan (mencuri) untuk memenuhi kebutuhan anak, untuk belikan anak susu, sama ini juga mau persiapan melahirkan," kata HA dihadapan polisi, Rabu (9/11/2022).

HA bersama anaknya tinggal di kamar kos kayu berukuran 2,5x2,5 meter persegi dengan alat tidur seadanya. 

Belum lagi sewa kos yang sudah menunggak.

"Ini juga sewa kosnya belum dibayar karena tidak ada uang," ujarnya.

HA berterima kasih kepada petugas kepolisian dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

Kanit Reskrim Polsek Wara Iptu A Akbar mengatakan restorative justice dilakukan atas kemanusiaan melihat kondisi pelaku yang layak untuk dibantu.

"Ini kita lakukan berdasarkan hasil laporan kepada pimpinan melalui perintah Kapolres Palopo ke Kapolsek Wara untuk memberikan bantuan hukum berupa restorative justice," katanya.

Akbar memberikan bantuan biaya persalinan kepada pelaku.

"Pemberian restorative justice kepada korban dengan menimbang dari sisi kemanusiaan bahwa terduga pelaku dalam masa kehamilan tua dan memiliki anak, sementara suami terduga pelaku dalam masa menjalani proses hukum di Lapas," jelasnya.

Kebijakan ini juga mendapat persetujuan korban, dia memaafkan pelaku dan mencabut laporannya di kantor polisi.(*)

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved