Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pertempuran Bandara Donetsk, Ukraina Dipermalukan Panji Batalion Sparta Berkibar di Bekas Bentengnya

Prajurit Batalyon Sparta DPR mengibarkan bendera mereka di atas bekas benteng Ukraina.

Editor: Ansar
TribunTimur.com
Prajurit Batalyon Sparta DPR mengibarkan bendera mereka di atas bekas benteng Ukraina. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Pertempuran Bandara Donetsk, Ukraina kalah dan dipermalukan Panji Batalion Sparta Donetsk Berkibar di Bekas Benteng.

Prajurit Batalyon Sparta DPR mengibarkan bendera mereka di atas bekas benteng Ukraina.

Dulunya, benteng Ukraina ini dikenal kokoh dan dijuluki "Sarang Semut Besar".

Ini adalah pertahanan terkuat Ukraina sejak Pertempuran Bandara Donetsk terjadi 2014 hingga 2015.

Benteng terletak di belakang landasan pacu Bandara Internasional Donetsk, Sergei Prokofiev.

Awal pekan ini, Batalion Sparta di bawah Divisi Batalyon Khusus ke-3 Republik Rakyat Donetsk bersama Brigade Artileri ke-238 Federasi Rusia mengumumkan berhasil menguasai sepenuhnya Bandara Internasional Donetsk Sergei Prokofiev.

"Pasukan berhasil sepenuhnya membebaskan wilayah Bandara Donetsk dan mengusir penjajah Ukraina, demikian keterangan media resmi Militer Donetsk, dikutip Tribun-timur.com, 9 November.

Untuk pertama kalinya sejak 2015 lalu, bandara ini sepenuhnya dikuasai Milisi Donetsk dari Angkatan Bersenjata Ukraina.

Untuk merebut bandara ini, terjadi kontak senjata intens selama hampir pekan.

Pasukan Ukraina dengan benteng di belakang landasan pacu bandara Donetsk bertahan sebelum dipaksa mundur.

Dilansir dari kantor berita rusia TASS, operasi pembersihan terakhir di Bandara Donetsk, dengan memaksa pasukan Ukraina didorong kembali ke belakang jalan raya M4.

Demikian kutipan pernyataan resmi Kolonel Artyom Zhoga Komandan Batalion Sparta Donetsk.

Seluruh bangunan di bandara tersebut dikuasai pasukan DPR sejak 2015, namun posisi-posisi di kawasan pemukiman Opytnoye tetap tak berpenghuni.

Total luas wilayah bandara lebih dari 10 kilometer persegi.

"Kami menglahkan mereka lebih dari sebulan yang lalu, tetapi memutuskan untuk mengibarkan spanduk ketika kami mendorong pasukan musuh kembali ke belakang jalan raya M4," kata Kolonel Zhoga.

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved