Dugaan Korupsi

Diduga Masih Ada Penikmat Hasil Keringat Personel Satpol PP Makassar yang Belum Tertangkap

Imbauannya berisi pesan agar para penikmat kasus korupsi yang sementara menyeret tiga tersangka itu, untuk mengembalikan kerugian negara.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Muh. Irham
Tribun Timur/Muslimin Emba
Saat Kasi Penkum Kejati Sulsel Soetarmi, Kasidi Hary dan Ketua Tim Penyidik Herberth konferensi pers di kantornya, Selasa (8/11/2022) siang. 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Masih ada penikmat hasil korupsi Honorarium Satpol PP Makassar 2017-2020 yang belum ditangkap.

Dugaan itu mencuat setelah Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sulsel memberikan imbauan kepada para penikmat hasil rasua itu.

Imbauannya berisi pesan agar para penikmat kasus korupsi yang sementara menyeret tiga tersangka itu, untuk mengembalikan kerugian negara.

Imbauan itu dilontarkan Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Pidsus Kejati Sulsel, Hary, saat konferensi pers, di kantornya, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Selasa (8/11/2022) siang.

"Kepada seluruh pihak yang merasa menerima aliran dana atau merasa bisa dimintai pertanggungjawaban terkait terjadi dugaan tindak pidana korupsi ini untuk mengembalikan kerugian keuangan negara," imbuh Hary.

Sejauh ini, ada tiga tersangka yang terseret kasus rasua itu.

Masing-masing Kasi Operasional Satpol PP, Abd Rahim Dg Nyalla dan dua mantan Kasat Pol PP yakni Imand Hud dan Muh Iqbal Asnan

"Kami juga fokus untuk mengutamakan pengembalian kerugian negara," ujar Hary.

"Jadi percuma saja kita penjarakan orang banyak tapi tidak ada yang bisa kita selamatkan kerugian negaranya," sambungnya.

Namun demikian, pengembalian kerugian itu kata Hary tidak menggugurkan proses pemidanaan terhadap para pelaku yang terlibat sesuai yang diatur dalam pasal 4 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi.

"Tetapi kalau ada pihak yang punya itikad baik untuk mengembalikan silahkan kembalikan, kami sebagai penyidik akan menilai hal tersebut sebagai hal yang sangat positif," bebernya.

Diakuinya, memang ada pihak-pihak yang menerima aliran dana tersebut. Sebab, berdasarkan perhitungan, kerugian negara mencapai Rp 3,5 miliar.

"Batas waktu (pengembalian) yang kita tetapkan mulai dari minggu lalu sampai besok. Mereka mengembalikan atau tidak mengembalikan sama-sama ada konsekuensinya," tuturnya.

Untuk mengusut pihak lain yang turut menikmati hasil keringat personel Satpol PP Makassar itu, Pidsus Kejati Sulsel juga telah memeriksa puluhan orang saksi pada pekan lalu.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved