Breaking News:

Berdedikasi untuk Bangsa, Prof Nurhayati Rahman Satu di Antara Tokoh Penerima Kalla Award

Penghargaan Kalla Award ini diberikan saat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kalla ke-70 di Jakarta Jumat (28/10/2022) lalu.

Penulis: Rudi Salam | Editor: Saldy Irawan
DOK PRIBADI
Kalla Award yang diberikan Kalla saat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 di Jakarta Jumat (28/10/2022) lalu. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kalla memberikan penghargaan kepada individu dan institusi yang memberikan inspirasi dan pengabdian terbaiknya untuk Indonesia.

Penghargaan Kalla Award ini diberikan saat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kalla ke-70 di Jakarta Jumat (28/10/2022) lalu.

Melalui rilis Kalla, Senin (7/11/2022), Chief Corporate Secretary & Legal Officer Kalla, Subhan Djaya Mappaturung menjelaskan, bisnis Kalla hadir untuk memberi manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat, mensejahterakan dan mengutamakan kepentingan orang banyak.

Sehingga pada 4 (empat) dekade yang lalu di tahun 1980-an Yayasan Hadji Kalla resmi didirikan untuk fokus dalam membantu meningkatkan kualitas pendidikan, turut aktif dalam mendukung program kemanusiaan dan lingkungan hidup, pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat, serta penguatan kapasitas keumatan.

Yayasan Hadji Kalla pun, kata Subhan, senantiasa bersama-sama, berkolaborasi, bersinergi dengan berbagai individu, organisasi mayarakat, kampus, pemerintah daerah.

"Kami percaya bahwa ada ribuan individu, organisasi dan korporasi yang bekerja dengan penuh dedikasi, dengan tujuan yang sama, membantu mewujudkan kesejahteraan masyarakat, membantu mencapai cita-cita Indonesia yang adil, makmur dan sejahtera," jelas Subhan.

Penghargaan Kalla Award di bidang pendidikan diberikan kepada Prof Nurhayati Rahman M.Hum, Guru Besar Fisologi Universitas Hasanuddin.

Penghargaan ini diberikan atas dedikasinya selama 30 tahun meneliti dan menerjemahkan naskah kuno la galigo yang akan menjadi warisan abadi tentang kehidupan sosial budaya bugis kuno untuk generasi Indonesia dan dunia.

Kemudian penghargaan dalam bidang kemanusiaan dan lingkungan hidup diberikan kepada Melati Wijsen, Aktivis Lingkungan asal Bali yang menginisiasi gerakan stop penggunaan plastik pada tahun 2013.

Gerakan ini menginspirasi kaum muda di Indonesia bahkan dunia untuk bergerak bersama dalam kampanye setop penggunaan plastik.

Melati Wijsen telah berungkali diundang dalam forum-forum dunia termasuk di Forum Perserikatan Bangsa-bangsa, berbicara di hadapan para aktivis lingkungan, pemerintah, politisi untuk menyuarakan penyelamatan dunia dari sampah plastik untuk bersama-sama mengatasi perubahan iklim. 

Saat ini ia juga mempelopori sebuah proyek baru yang dia beri nama YOUTHTOPIA, suatu proyek yang memprovokasi keterlibatan anak muda agar berani mengambil peran dan tanggung jawab untuk menggerakkan aksi-aksi perubahan. 

Melati wijsen percaya, bahwa anak muda perlu disiapkan sejak dini agar kelak peralihan tanggung jawab dari generasi sebelumnya ke generasi melati berjalan mulus.

Selain itu, juga ada penghargaan dalam bidang kewirausahaan sosial yang diberikan kepada Nusantara Generics (Nusantics), sebuah perusahaan rintisan lokal yang bergerak di bidang teknologi genomika (genomics technology). 

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved