Liga 1

Pertandingan Padat Jika Liga 1 Dilanjutkan, Pengama Sebut Klub Harus Pandai Rotasi Pemain

Jeli melihat pemain yang bisa dimainkan dua pertandingan berturut-turut dan pemain yang harus diistirahatkan.

Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Muh. Irham
IST
Pengamat sepak bola, Muhammad Hanafing Ibrahim 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM -  Pengamat sepak bola, Muhammad Hanafing Ibrahim menilai klub Liga 1 harus menanggung risiko jika kompetisi Liga 2022-2023 dilanjutkan dengan pertandingan padat.

Waktu recovery hanya lima hari. Makanya, setiap klub harus pandai merotasi pemain. 

Jeli melihat pemain yang bisa dimainkan dua pertandingan berturut-turut dan pemain yang harus diistirahatkan.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) memang masih menyusun dua opsi sistem kompetisi digunakan jika liga dilanjutkan.

Pertandingan home and away. Fase percobaan 18-20 November 2022. Waktu normal bergulirnya 25 November 2022-16 Apri 2023.

Kedua, opsi bubble to bubble. Fase percobaan 25-27 November 2022. Waktu normal bergulir, 2 Desember 2022-16 April 2023.

"Apa boleh buat, ini risiko. Makanya klub harus pandai merotasi pemain. Mana harus dimainkan dua kali, mana harus istirahat," terang Hanafing melalui telepon, Minggu (6/11/2022).

Sebab, jika pemain dipaksa bermain terus-menerus dalam tiga-empat pertandingan, pemain akan tersiksa.

Menurutnya, hal tersebut tidak mudah, lantaran banyak klub Liga 1 mengistirahatkan skuadnya.

Fisik pemain pasti menurun. Apalagi kalau pemain tersebut tidak sadar menjaga kebugarannya. Ketika libur, benar-benar libur total, sehingga harus mulai nol lagi untuk bangun fisik.

Untuk mengembalikannya dibutuhkan waktu, tidak mungkin satu minggu bisa didapatkan.

"Mengangkat fisik ini tidak gampang, ada tiga komponen penting, daya tahan, kekuatan dan kecepatan," tutut pelatih berlisensi AFC Pro ini.

Dari tiga komponen fisik tersebut, Hanafing menyebut, yang banyak hilang biasanya kekuatan, karena setiap hari harus fitness. 

Jika kekuatan yang hilang risiko untuk cedera  sangat tinggi. Kalau daya tahan tubuh, masih bisa dipulihkan dengan bermain sepak bola dengan skala kecil.

"Kekuatannya hilang itu harus dilatih, harus ke tempat fitness. Pada saat bertanding kita butuh kekuatan, kalau kekuatan menurun siap-siap cedera. Kalau benturan pasti cedera, karena otot tidak mampu lagi," sebutnya. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved