Kemarin Sebut Komjen Agus Andrianto Minta Rp6 M ke Tambang Ilegal, Kata-kata Ismail Bolong Beda Lagi

Kemarin garang menyeret Komjen Pol Agus Andrianto dalam kasus tambang ilegal di Kalimantan, kini kata-kata Ismail Bolong beda lagi.

Editor: Ansar
Kolase TribunTimur.com
Ismail Bolong dan Kabresrim Polri Komjen Agus Andrianto. Kemarin garang menyeret Komjen Pol Agus Andrianto dalam kasus tambang ilegal di Kalimantan, kini kata-kata Ismail Bolong beda lagi. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Ismail Bolong memberi pengakuan terbaru soal Kabareskrim Komjen Agus Andrianto yang terima jatah dari tambang ilegal.

Kemarin garang menyeret Komjen Pol Agus Andrianto dalam kasus tambang ilegal di Kalimantan, kini kata-kata Ismail Bolong beda lagi.

Pengakuan pria asal Bone, Sulsel tersebut berbeda terkait penyataannya kemarin viral di media sosial.

Sebelumnya, Ismail Bolong mengaku memberikan uang senilai Rp6 miliar kepada Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto.

Ismail Bolong menyebut nama Kabareskrim Komjen Agus Andrianto dan eks Karopaminal Divpropam Polri Brigjen Hendra Kurniawan dalam setoran.

Ismail Bolong pernah menghadiri undangan Bupati Bone dan menjelang Hari Jadi Bone ke-692.

Pengakuan mantan polisi tersebut soal setor uang miliaran rupiah kepada petinggi Polri terkait penambangan ilegal di Kalimantan Timur trending.

Pemberian uang itu terkait kegiatan tambang batu bara ilegal yang dilakukan di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

“Terkait kegiatan yang saya laksanakan, saya sudah berkoordinasi dengan Kabareskrim, yaitu ke Bapak Komjen Pol Agus Andrianto dengan memberikan uang sebanyak tiga kali. Yaitu pada bulan September 2021 sebesar Rp 2 miliar, bulan Oktober 2021 sebesar Rp 2 miliar, dan bulan November 2021 sebesar Rp 2 miliar,” ungkap Ismail dalam video yang viral.

Namun setelah viralnya video itu, Ismail Bolong kemudian memberikan pernyataan terbarunya.

Ia bahkan meminta maaf kepada Kabareskrim Agus Andrianto terkait viralnya video itu.

Dalam pengakuan terbaru Ismail Bolong, disampaikan bahwa dirinya tidak pernah bertemu dan memberikan uang kepada Kabareskrim.

"Saya tidak pernah memberikan uang ke Kabareskrim, apalagi ketemu sama Pak Kabareskrim," kata Ismail dalam pengakuan terbarunya.

Ismail yang merupakan mantan anggota Polresta Samarinda ini mengatakan, video yang sebelumnya viral itu diambil pada Februari 2022 lalu.

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved