Rusia vs Ukraina

Susul Amerika Serikat, Kamboja Kirim Pasukan Militer Khusus Bantu Ukraina Lawan Rusia

Kamboja mengirim pasukan militer khusus melatih pasukan Ukraina membersihkan ranjau darat yang ditanam oleh Rusia di wilayah perbatasan.

Editor: Sudirman
Youtobe Tribun Timur
Kamboja dikabarkan mengirim pasukan militer khusus untuk membantu Ukraina menghadapi invasi Rusia. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Kamboja dikabarkan mengirim pasukan militer khusus membantu Ukraina menghadapi invasi Rusia.

Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen, Rabu (2/11/2022) menyebutkan, pasukan militer khusus Kamboja akan melatih tentara perang Ukraina.

Mereka akan melatih membersihkan ranjau darat yang ditanam oleh Rusia di wilayah perbatasan.

Kamboja merupakan negara kedua yang mengirim bantuan ke Ukraina setelah Amerika Serikat.

Selama invasi berlangsung, Rusia dilaporkan telah meninggalkan banyak ranjau dan alat peledak di kawasan perbatasan untuk membantu para militernya melakukan pencaplokan wilayah.

Aksi tersebut sontak memicu kekhawatiran masyarakat Ukraina lantaran penggunaan bahan peledak memicu kehancuran yang mendalam pada sektor ekonomi dan pembangunan.

Hal inilah yang mendorong Kamboja untuk ikut turun tangan membantu militer Ukraina dalam membersihkan ranjau darat.

Direktur Jenderal Pusat Pekerjaan Ranjau Kamboja, Heng Ratana mengungkap bahwa negaranya telah lebih dulu berkonsultasi dengan mitra yang ada di Jepang.

Usai mendapatkan lampu hijau dari berbagai pihak barulah pemerintah Kamboja mengutus tim khusus penjinak ranjau.

Rencananya tim pertama akan diberangkatkan pada awal Desember, sementara sisanya akan dikirimkan pada awal tahun depan, seperti yang dikutip dari APnews.

Sebagai informasi, Kamboja sendiri merupakan salah satu negara yang memiliki militer khusus yang mampu mendeteksi ranjau darat di berbagai medan.

Selama invasi berlangsung, Rusia secara total merilis 330 pesawat ukraina, 168 helikopter, dan 2.426 kendaraan udara tak berawak serta sistem rudal anti-pesawat dieliminir oleh pasukan Vladimir Putin.

Sementara dari kubu Kyiv, kementerian pertahanan Ukraina merilis 840 tentara Rusia dieliminir dalam sehari terakhir.

Total 74.840 prajurit Federasi Rusia meninggal sejak awal konflik hingga hari ke-254.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved