Rusia vs Ukraina

Rekaman Detik-detik Artileri Tentara Donetsk Hancurkan Markas Ukraina

Artileri dari Resimen Pengawal ke-11 dibantu dengan pesawat tanpa awak orlan sepuluh menghancurkan 2 target tepat sasaran.

Editor: Sudirman
Youtobe Tribun Timur
rekaman Artileri dari resimen ke-11 menghancurkan markas sementara angkatan bersenjata Ukraina di Donetsk Selatan. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Media resmi Tentara Republik Donetsk mempublikasikan rekaman Artileri dari resimen ke-11 menghancurkan markas sementara angkatan bersenjata Ukraina di Donetsk Selatan.

Selain markas, senjata self-propelled Angkatan Bersenjata Ukraina juga jadi sasaran artileri Pasukan donetsk.

Artileri dari Resimen Pengawal ke-11 dibantu dengan pesawat tanpa awak orlan sepuluh menghancurkan 2 target tepat sasaran.

Republik rakyat Donetsk adalah bagian federal di Rusia yang diproklamirkan berdiri di bekas wilayah Oblast Donetsk, Ukraina, pada 7 April 2014 oleh sejumlah aktivis yang menduduki kantor pemerintahan dan balai kota di Donetsk.

Pendudukan kemudian menyebar ke kota-kota lain di bekas wilayah Oblast Donetsk.

Kawasan ini dikepalai oleh Denis Pushilin.

Pada 21 Februari 2022, dikeluarkannya dekrit oleh Vladimir Putin tentang penggabungan wilayah Oblast Donetsk, Oblast Luhansk ke dalam wilayah Federasi Rusia disusul oleh Oblast Kherson, dan Oblast Zaporizhzhia pada tanggal 29 September 2022.

Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa mengutuk tindakan Rusia yang mencaplok empat wilayah Ukraina, donetsk, luhansk, kherson dan Zaporozhye melalui referendum yang dianggap 'tidak sah' baru-baru ini.

Namun, ada empat negara yang justru berada di pihak Moskow.

Dalam pertemuan yang berlangsung di New York, Rabu 12 oktober 2022, sebanyak 143 negara dari 193 anggota Majelis Umum mendukung resolusi yang menyebut langkah Moskow ilegal, sekaligus memperdalam isolasi internasional Rusia.

Indonesia termasuk di antara 143 negara ini. Hanya empat negara yang bergabung dengan Rusia dalam pemungutan suara menentang resolusi tersebut, yakni Suriah, Nikaragua, Korea Utara, dan Belarusia.

Sebanyak 35 negara abstain dari pemungutan suara, termasuk mitra Rusia, China, sementara sisanya memilih abstain.

Sementara itu, Kremlin mengatakan wilayah Donetsk, Luhansk, dan wilayah selatan, yakni Zaporizhzhia dan Kherson sekarang termasuk dalam wilayah Negeri Beruang Merah melalui referendum baru-baru ini.

Rusia berjanji mempertahankan wilayah baru ini dengan kekuatan militer.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved