Habiskan Rp5,8 Miliar, Pembangunan Miniatur Kabah di Palopo Didalami Kejari

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Palopo melakukan penyelidikan.

Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM/CHALIK MAWARDI
Miniatur kabah di pelataran Masjid Agung Luwu Palopo, Kota Palopo, Sulawesi Selatan. 

TRIBUNPALOPO.COM, WARA - Pembangunan miniatur kabah di pelataran Masjid Agung Luwu Palopo, Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), diduga markup. 

Proyek yang didanai melalui APBD Palopo senilai Rp 5,8 miliar tersebut diduga bermasalah. 

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Palopo melakukan penyelidikan.

Setelah Kejati menerima pengaduan adanya dugaan markup dalam proyek itu.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Palopo, Stanislaus Yoseph membenarkan.

Pihaknya kata Yoseph tengah mengumpulkan data dan keterangan.

"Benar Kejati Sulsel meneruskan ke kami karena locusnya di Palopo," kata Yoseph saat dikonfirmasi, Kamis (3/11/2022).

"Tapi kami masih melakukan pengumpulan data dan keterangan," sambung dia.

Sekedar tahu, proyek pembangunan miniatur kabah di Masjid Agung dikerjakan CV Fatimah Mitra Perkasa.

Pekerjaannya terdiri dari dua item, diantaranya pembangunan aula konstruksi dua lantai dengan volume 13x24 meter.

Serta pembangunan miniatur kabah dengan volume 1.500 meter menggunakan konstruksi beton.

"Anggarannya Rp 5,8 miliar menggunakan APBD Palopo tahun 2021," bebernya.

"Laporan yang kami terima terjadi markup, dugaan ini masih kita selidiki," pungkas Yoseph.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Palopo, Hasrianto, memilih bungkam soal ini.

Hasrianto tidak memberikan komentar apapun saat dikonfirmasi.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved