Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilpres 2024

Sosok Tokoh NU Bisa Pecah Basis Muhaimin Iskandar di Pilpres, Ada Calon Pasangan Ganjar Pranowo

Empat tokoh Nahdlatul Ulama Muhaimin Iskandar, Khofifah Indar Parawansa, Mahfud MD, dan Yenny Wahid berpeluang maju di Pilpres.

Editor: Sudirman
kompas
Muhaimin Iskandar, Khofifah Indar Parawansa, Mahfud MD, dan Yenny Wahid. Empat tokoh NU berpeluang maju di Pilpres 2024. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Empat tokoh Nahdlatul Ulama ( NU ) berpeluang maju pada Pemilihan Presiden ( Pilpres ) 2024.

Keempatnya adalah Muhaimin Iskandar, Khofifah Indar Parawansa, Mahfud MD, hingga Yenny Wahid

Namun satu nama paling menguat yaitu Muhaimin Iskandar.

Baca juga: Sinyal Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar Bakal Duet di Pilpres, Kader PKB dan Gerindra Solid

Baca juga: Profil Yenni Wahid Putri Presiden ke-4 Gusdur, Diusung PSI Dampingi Ganjar Pranowo Maju Pilpres

Muhaimin Iskandar disebut-sebut akan berpaket dengan Prabowo Subianto pada Pilpres 2024.

Apalagi Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB ) telah sepakat berkoalisi menjelang Pilpres.

Bahkan tokoh Nahdlatul Ulama menjadi faktor diperhitungkan maju sebagai Cawapres.

Tidak heran, mengingat besarnya pemilih di Pulau Jawa yang notabene banyak diasosiasikan dengan massa Nahdliyin.

Selain paket Prabowo Subianto - Muhaimin Iskandar, pasangan Ganjar Pranowo - Yenny Wahid  juga memiliki dengan elektabilitas mencapai 40,6 persen sesuai survei Polmatrix Indonesia.

“Faktor NU diperhitungkan dalam memilih cawapres, terbukti dari simulasi pasangan Ganjar-Yenny paling unggul,” ungkap Direktur Eksekutif Polmatrix Indonesia Dendik Rulianto dalam siaran pers di Jakarta pada Sabtu (29/10/2022).

Pada simulasi tiga pasangan, Ganjar-Yenny mengalahkan Anies-Andika (31,2 persen) dan Prabowo-Puan (23,1 persen), sisanya tidak tahu/tidak jawab 5,1 persen. 

“Prabowo-Puan didukung PDIP-Gerindra, sedangkan Anies-Andika oleh poros Nasdem,” Dendik menjelaskan.

Dukungan kepada Ganjar konsisten tetap tinggi, meskipun PDIP memaksakan untuk mengusung Puan. 

“Ganjar merepresentasikan pemilih nasionalis, berpasangan dengan Yenny berpeluang menambah suara dari kalangan Nahdliyin secara signifikan,” lanjut Dendik.

Pada simulasi tiga pasangan yang lain, Ganjar-Erick unggul (37,3 persen) terhadap Prabowo-Khofifah (32,0 persen) dan Puan-Anies (20,2 persen). 

“Berpasangan dengan Erick, tingkat dukungan terhadap Ganjar tetap yang paling tinggi,” jelas Dendik.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved