Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PAD Makassar

Hingga Oktober 2022, Pendapatan Makassar Sudah Capai Rp 950 Miliar, Target Rp 1,3 Triliun

Sejauh ini sumber pajak yang memberi kontribusi banyak terhadap PAD Makassar antara lain Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Penulis: Siti Aminah | Editor: Muh. Irham
HAI
Ilustrasi. Hingga akhir Oktober 2022, Bapenda Makassar membukukan pendapatan sebesar Rp 950 miliar. Sedangkan target yang dicanangkan hingga akhir tahun 2022 yakni sebesar Rp 1,3 triliun 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar terus mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Per 21 Oktober lalu, Bapenda Makassar mencatat realiasi PAD Makassar sebanyak Rp950 miliar.

Jika dibandingkan dengan target tahun ini, posisi realisasi PAD sudah capai 70 persen.

Adapun targetnya pasca APBD Perubahan dikoreksi menjadi Rp1,3 triliun.

Kepala Bapenda Makassar Firman Hamid Pagarra mengatakan ,dengan capaian sekarang ini, ia optimis bisa mencapai target Rp1,3 triliun hingga akhir tahun.

"Sekarang realisasi 70 persen atau Rp950 miliar dari target Rp1,3 triliun," ucap Firman via telepon, Rabu (26/10/2022).

Sejauh ini sumber pajak yang memberi kontribusi banyak terhadap PAD Makassar antara lain Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Kemudian pungutan atas perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), dan pajak hotel.

Lanjut Firman, masih ada siswa waktu kurang lebih 2,5 bulan untuk menggenjot pendapatan di Bapenda.

Ada beberapa sumber pajak yang masih perlu dimaksimalkan, contohnya pajak hiburan.

"Mudah-mudahan 2,5 bulan ini upaya intensifikasi dan ekstensifikasi pajak bisa dilaksankan dengan baik," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Makassar Danny Pomanto mengapresiasi capaian dari Bappeda.

Meskipun belum terlalu maksimal namun nilai yang ada sekarang ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya di bulan yang sama.

"Sudah bagus sekali, mudah-mudahan akhir Oktober bisa sampai Rp1 triliun dan dua bulan yang akan datang kita kejar target Rp1,3 triliun," harap Danny.

"Dulu (tahun sebelumnya) Desember PAD Rp1 triliun, sekarang kita masih ada waktu dua bulan," sebutnya.

Danny akan mengupayakan menaikkan target PAD Rp2 triliun di tahun berikutnya.

Meskipun target Rp2 triliun tersebut sudah digaungkan tahun ini, tetapi Danny meyakini target tersebut bisa dicapai Rp2023 mendatang.

"Kita usahakan tahun depan (Rp2 triliun) kecuali kalau ekonomi merosot," pungkasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved