Obat Tradisional

Dukung Program Jokowi Gunakan Produk Lokal, Kemenkes RI Sosialisasi Fitofarmaka di Makassar

Sosialisasi tersebut berlangsung secara blended, daring dan luring di Phinisi Room lantai 2 Hotel Claro Makassar, Kamis (20/10/2022)

Penulis: Wahyudin Tamrin | Editor: Muh. Irham
TRIBUN TIMUR/WAHYUDIN THAMRIN
Direktur Produksi dan Distribusi Kefarmasian Kemenkes RI Agusdini Banun Saptaningsih (kedua kiri) saat memaparkan terkait fitofarmaka di Phinisi Room lantai 2 Hotel Claro Makassar, Jl AP Pettarani Makassar, Kamis (20/10/2022). 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Direktorat Produksi dan Distribusi Kefarmasian Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melakukan sosialisasi Peningkatan Penggunaan Fitofarmaka Kepada Pemerintah Regional Timur.

Sosialisasi tersebut berlangsung secara blended, daring dan luring di Phinisi Room lantai 2 Hotel Claro Makassar, Jl AP Pettarani Makassar, Kamis (20/10/2022).

Ada puluhan peserta dari berbagai daerah hadir langsung di hotel bintang 4 itu. Sementara yang lain mengikuti melalui zoom meeting.

Pemateri dalam sosialisasi tersebut yakni dr Nia Reviani, Dwiana Andayani, Agusdini Banun Saptaningsih, Refiandes, Yusuf Istanto, Ridwan, Prof Gemini Alam, dr Noer Amalis Sholeha, dan dr Siti Setiati.

Sosialisasi ini dilakukan sehubungan dengan terbitnya Formularium Fitofarmaka serta upaya dalam rangka meningkatkan penggunaan produk dalam negeri (P3DN) terutama fitofarmaka.

Dalam sosialisasi tersebut, pemateri membahas mengenai obat tradisional, manfaat, dasar hukum, pembentukan satuan tugas (Satgas) hingga keterkaitan dengan instruksi Presiden Jokowi untuk selalu menggunakan produk dalam negeri.

Direktur Produksi dan Distribusi Kefarmasian Kemenkes RI Agusdini Banun Saptaningsih mengatakan telah gencar mensosialisasikan fitofarmaka.

Sebelumnya sosialisasi telah dilaksanakan regional tengah di Yogyakarta. Kemudian hari ini regional timur di Makassar. Serta regional barat akan dilaksanakan di Medan pada awal November 2022.

Menurutnya, fitofarmaka sangat penting untuk disosialisasikan, sebab merupakan produk lokal.

Hal ini sejalan dengan instruksi presiden untuk selalu menggunakan produk dalam negeri.

"Fitofarmaka merupakan obat tradisional yang diproduksi di Indonesia," kata Agusdini.

Agusdini menyebutkan bahan baku fitofarmaka diambil dari tanaman obat asli di Indonesia.

Tanaman obat yang dimaksud pun telah memenuhi syarat dan telah diperiksa oleh berbagai pihak.

Seperti para guru besar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, kemudian dari kementerian kesehatan, badan POM, dan kementerian perindustrian.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved