Tragedi Kanjuruhan
CEO APPI Sepakat Liga 1 Ditunda Sambil Tunggu Hasil TGIPF
Sebanyak 125 orang tewas dan 180 orang luka-luka akibat kerusuhan pasca laga Arema FC lawan Persebaya Surabaya.
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Muh. Irham
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Asosiasi Profesional Pemain Indonesia (APPI) sepakat Liga 1 2022-2023 dihentikan sementara.
CEO APPI, M Hardika Aji menilai sepak bola harus dikesampingkan dulu.
Biarkan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) mengusut tuntas tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Sabtu (1/10/2022) malam.
Sebanyak 125 orang tewas dan 180 orang luka-luka akibat kerusuhan pasca laga Arema FC lawan Persebaya Surabaya.
Derby Jawa Timur itu sebenarnya berjalan lancar dengan skor akhir 3-2 untuk kemenangan tim tamu, Persebaya.
Aparat keamanan coba menghalau suporter dengan menembakkan gas air mata yang secara tegas dilarang penggunaannya oleh FIFA.
Tembakan gas air mata yang mengarah ke tribun, disinyalir menjadi penyebab para suporter mengalami sesak napas, pingsan, hingga memakan korban jiwa.
"Untuk sementara kesampingkan dulu sepak bola. Di waktu penundaan ini sambil menunggu hasil investigasi tim TGIP," katanya melalui WhatsApp, Kamis (6/10/2022)
Menurut Hardika, harusnya PSSI dan PT LIB menjadi public communicator terkait tragedi di Stadion Kanjuruhan.
"Seharusnya menjadi public communicator menjelaskan dan menyampaikan sikap dalam tragedi ini sebagai otoritas tertinggi sepak bola," tuturnya.
Ia meminta setiap klub tetap membayar hak-hak pemain meski pertandingan dihentikan sementara.
"Tentang hak-hak sesuaikan dengan kontrak masing-masing pemain," pintanya.
Ditanya soal kapan layak kompetisi dilanjutkan, Hardika mengatakan sampai ada perbaikan dan evaluasi.
Tentu, perlu perbaikan sistem, aware dengan regulasi.
"Setidaknya sampai ada perbaikan dan evaluasi yang memastikan sepak bola aman kembali bergulir," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/CEO-APPI.jpg)