Telah Lama Hilang, Yuk Kenali Program TV Kelompencapir yang Dekatkan Masyarakat dengan Pemimpin

Kolempencapir ini biasa disebut dengan Kelompok Pendengar Pembaca dan Pemirsa.

Editor: Content Writer
Kompas.com
Harmoko sewaktu menjabat Menteri Penerangan. 

PETANI dan nelayan kini memiliki program televisi bertajuk Kelompencapir.

Kolempencapir ini biasa disebut dengan Kelompok Pendengar Pembaca dan Pemirsa.

Pencapir sendiri merupakan pertemuan petani dan nelayan di Indonesia untuk mendekatkan mereka dengan pemerintah yang ditayangkan di TVRI.

Sementara, calon pencapir mulai dibentuk pada masa sebelum Reformasi.

Dimana kehadirannya lekat sekali dengan mendiang Bapak Soeharto.

Program ini pertama kali digagas oleh mendiang Harmoko atau tokoh Golkar yang pada  masa itu menjabat sebagai Menteri Penerangan (1983-1997).

Salah satu perwakilan dari Petani, lewat sebuah video yang ditayangkan oleh channel Youtube G24 Channel menjelaskan manfaat dari program ini.

"Pertama produksi dan pendapatan petani itu meningkat, yang keduanya adanya serangan hama itu juga dapat membantu Kami sebagai petani, Pertama karena ada ikan di sawah anggota itu sendiri setiap hari mengelilingi sawahnya baik farming," ujarnya.

Saat itu, untuk meningkatkan semangat pegiat calon pencapir diadakan perlombaan seperti cerdas cermat tiap tahunnya sampai tingkat nasional.

Kegiatan ini mengikutsertakan petani-petani berprestasi dari berbagai daerah

Mereka diadu kepintaran dan pengetahuannya seputar pertanian, antara lain soal cara bertanam yang baik dan pengetahuan tentang pupuk dengan model mirip cerdas cermat.

Bahkan, program ini ikut andil saat ndonesia mencapai swasembada pangan dan mendapatkan penghargaan dari FAO pada tahun 1984.

Usai reformasi, program Kelompencapir lenyap.

Padahal kegiatan dialog interaktif itu dinilai efektif sebagai media komunikasi antara pemimpin dan masyarakatnya.

Keberhasilan dari Kelompencapir tersebut membuat proyek percontohan yang dapat menggerakkan masyarakat untuk meningkatkan kualitas.(adv/rerifaabdurahman)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved